Buwas: Pemerintah Masih Punya Utang Rp 4 T ke BULOG

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan bahwa pemerintah masih memiliki utang sebesar Rp4 triliun kepada Bulog.

“Sampai saat ini utang negara kepada Bulog itu hampir Rp4 triliun, namun bunganya komersil” tutur pria yang akrab disapa Buwas dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Senin (30/8).

Utang ini terkait penugasan impor dalam rangka penanggulangan bencana alam, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), hingga Cadangan Stabilitas Harga Pangan (CSHP) komoditas gula.

Selain itu, Buwas mengaku pemerintah belum membayar utang sebesar Rp173 miliar. Utang ini merupakan disposal beras tahun lalu yang ada sebanyak 20 ribu ton.

Baca Juga :  Ekonom Sarankan Subsidi Silang Demi Cuan Holding BUMN Pangan

Ia menambahkan Bulog juga turut merawat beras yang dibeli, namun tidak terpakai. Ini mengakibatkan harga beras turun, namun perawatannya mahal.

“Beras yang kita beli sudah menahun, perawatannya mahal karena itu dirawat dengan biaya yang tinggi, sedangkan kualitasnya turun, kita tidak mungkin menjual di harga mahal” jelasnya.

Berikut beberapa fakta terkait utang pemerintah yang belum dibayarkan ke BULOG

1. Asal Usul Utang
Buwas mengatakan, utang tersebut berasal dari penugasan pemerintah kepada Bulog untuk pengadaan beras yang mayoritas berasal dari impor. Beras tersebut masuk ke dalam cadangan beras pemerintah (CBP) yang penyalurannya berada di bawah kendali perizinan pemerintah.

Baca Juga :  Badan Pangan Nasional dan Kebijakan Perberasan

“Karena ini beras CBP dulu penugasannya adalah pemerintah. Kita impor juga penugasannya pemerintah untuk CBP tapi setelah itu tidak digunakan. Nah kita melaporkan tentunya dengan situasi, kondisi, kualitas ya karena ini ada yang dari 2018, pengadaan ada yang dari dalam negeri tapi sebagian besar adalah pengadaan impor yang tersisa sekarang,” jelasnya.

Leave a Comment