Dapat Cap Merah dari Sri Mulyani, Ini Kata BULOG

Perum Bulog memperoleh cap merah baik RoE, DER maupum Z-Score di antara BUMN yang mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN). Dengan cap tersebut, artinya Bulog merupakaan BUMN yang mendapat suntikkan modal dari pemerintah, namun tetap rugi. Bulog sendiri mendapatkan PMN Rp 2 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi mengatakan bahwa cap merah yang diberikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tergantung pada skema penggantian dana pinjaman Bulog oleh pemerintah.

Pasalnya, Bulog menjalankan penugasan pemerintah yaitu menyerap beras petani rakyat untuk cadangan beras pemerintah (CBP) menggunakan modal pinjaman dari bank.

Setelah beras disalurkan, maka pemerintah berkewajiban mengganti uang yang dipinjam Bulog dari bank. Jika uang tak diganti, tentu saja Bulog termasuk BUMN yang dapat ‘cap merah’.

“Ya cap merah tergantung penggantian. Kalau dilihat dari manajemen kita, mau dikatakan bangkrut, bisa ya bisa tidak ya. Pak Buwas kan pernah ngeluarin kantongnya di majalah. Artinya tergantung, kewajiban kita kepada pemerintah sudah kita laksanakan. Artinya sekarang tinggal penggantiannya saja,” kata Tri di kantornya, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Tri mengatakan, bila pemerintah mengganti dana pengadaan CBP dengan cepat, tentunya Bulog tak masuk kategori ‘hampir bangkrut’ dengan utangnya yang melilit hingga Rp 28 triliun.

“Semakin cepat penggantian kepada kita, baik penugasan beras, gula, semakin cepat kita bayar utang,” imbuh dia.

Menurutnya, suntikan modal dari pemerintah sebesar Rp 2 triliun tak dialokasikan untuk membayar utang atau pengadaan CBP. Modal tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur gudang dan sebagainya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*