Distribusi Tak Baik, Beras Busuk Bulog Bakal Bertambah

stok beras bulog

Lebih dari 6.000 ton beras busuk, ditemukan di Bulog Divre Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Busuknya beras, terindikasi dari tidak berjalannya mekanisme dan tata kelola distribusi beras.

Selain itu, buruknya distribusi juga menjadi penyebab penumpukan beras di gudang, sehingga mengakibatkan terjadi beras turun mutu atau busuk. Bahkan, sejumlah pakar pertanian memprediksi jumlah beras busuk akan bertambah.

“Kalau masalah menumpuk, artinya selama ini proses distribusi beras belum terlaksana dengan baik. Kalau misalnya Bulog bisa ukur berapa suplai masuk, berapa permintaan, dan kapasitas gudang baik, harusnya sudah distribusikan dan mencegah tumpukan-tumpukan jadi busuk,” ujar peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Assyifa Szami Ilman dalam keterangannya, dikutip Kamis 14 Februari 2019.

Karena itu, menurut dia, ke depan diperlukan perbaikan dan peningkatan skema distribusi, sehingga tidak terjadi penumpukan dan pembusukan. Sebab, sangat disayangkan karena beras tidak dapat dipakai lagi.

Baca juga : Bulog Sortir 6.800 Ton Beras Tak Layak Konsumsi

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bulog, Arjun Ansol Siregar mengatakan bahwa saat ini, ada 6.800 ton beras yang ditemukan di Sumsel dan Babel. Pihaknya bahkan telah melakukan sortasi, agar tidak terkontaminasi dengan beras yang baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*