DPR Minta Kementan dan BULOG Pastikan Distribusi Bahan Pokok Merata ke Seluruh Indonesia

beras bulog
Di luar agenda resmi yang telah dijadwalkan, Presiden Joko Widodo mendadak meninjau Gudang Bulog di Kelapa Gading, Rabu (18/3/2020) pagi, untuk memastikan ketersediaan beras.(Biro Pers Sekretariat Presiden)

Ancaman penyebaran wabah corona (covid-19) belum juga reda. Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) pun dianjurkan untuk memastikan ketersediaan sembako untuk konsumsi masyarakat selama masa pandemi hingga lebaran Mei 2020. Kemudian perlu ada kejelasan soal distribusi sembako ini agar merata ke seluruh pelosok negeri.

“Ini sangat penting untuk menghindari panic buying; kepanikan akan kelangkaan bahan pokok yang dapat memengaruhi stabilitas harga atau kenaikan harga di pasar,” ujar Anggota DPR RI Komisi IV Yohanis Fransiskus Lema di Jakarta, Sabtu 4 April 2020.

Sosok yang karib disapa Ansy Lema ini juga menyoroti ketersediaan beras. Saat ini ada 1,6 juta ton beras yang tersimpan di 1.647 gudang Bulog. Selain itu, akan ada panen raya padi yang akan mencapai 5,03 juta ton pada bulan ini. Itu berarti stok beras domestik mampu memenuhi kebutuhan saat ini.

“Yang perlu ditindak adalah mafia beras yang sengaja menciptakan kelangkaan sehingga harga beras meningkat. Bulog dan BUMN terkait perlu menjadi off-taker beras untuk menjamin ketersediaan stok pangan nasional sekaligus menyerap produk pertanian para petani nasional. Ini sangat penting untuk menjaga pendapatan jutaan petani Indonesia dari kelesuan akibat pandemi,” kata Wakil rakyat Dapil NTT II itu.

Per 3 Maret 2020, harga gula pasir telah melonjak Rp 18.450 per kg atau naik 23,4 persen dan cabe rawit menyentuh Rp 50.850 per kg atau naik 27 persen. Untuk mengatasi kelangkaan ini, pemerintah harus penananam pangan lokal pengganti beras, gula, dan bahan pokok lainnya. “Misalnya, menggiatkan gula aren untuk mengganti gula pasir industri,” kata Ansy.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*