Dua Gudang BULOG Cianjur Melebihi Kapasitas

stok beras bulog

Dua gudang Bulog Cianjur, Jawa Barat, over kapasitas sejak program bantuan beras dialihkan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), sehingga stok terus menumpuk karena penyerapan beras dari petani tetap berjalan.

Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Agus Siswantoro pada wartawan Kamis, mengatakan sejak empat bulan lalu, stok beras di dua gudang di Cianjur terus bertambah, bahkan sejak berjalannya program BPNT, tidak ada stok yang keluar.

“Untuk enam wilayah yang berada di bawah tanggungjawab Subdivre Cianjur, stok yang berada di gudang mencapai 12 ribu ton. Sedangkan tahun ini, Bulog Subdivres Cianjur menargetkan penyerapan beras dari petani sampai 19 ribu ton,” katanya.

Penyerapan gabah dan beras terus dilakukan, meskipun tidak ada pendistribusian yang sebelumnya berimbang antara stok yang masuk dan keluar melalui program rastra.

“Stok yang ada di gudang sebagian sudah masuk sejak empat bulan lalu. Jika dibiarkan terus menumpuk, dikhawatirkan kualitas berasnya menurun bahkan tidak dapat dikonsumsi,” katanya.

Sebelumnya ungkap dia, ketika stok baru masuk sebulan atau dua bulan sudah terdistribusikan, namun saat ini sudah cukup lama menumpuk di gudang, sehingga dikhawatirkan terjadi penurunan kualitas.

Pihaknya menyambut baik wacana Kementerian Sosial RI yang akan mengembalikan fungsi bulog sebagai penyedia beras untuk bantuan pangan karena akan mengoptimalkan stok yang ada agar tidak membusuk di gudang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*