Ekspor Beras ala Dirut Bulog Budi Waseso yang Dikritik Darmin

Budi Waseso, direktur utama Perum Bulog menyatakan Indonesia akan ekspor beras tahun ini. Rencana tersebut sebagai antisipasi masa panen raya pada Februari-April 2019 di saat stok beras Bulog masih tergolong tinggi.

Sebab, stok beras Bulog saat ini masih berada di angka 2,1 juta ton dengan 1,7 juta ton di antaranya merupakan beras impor yang datang pada 2018. Pada masa panen nanti, Bulog setidaknya akan menyerap 1,8 juta ton beras produksi petani.

Jika dijumlah, maka Bulog harus menyimpan 3,9 juta ton beras. Padahal kapasitas gudang Bulog saat ini hanya mencapai 3,6 juta ton.

Baca Juga :  Ekonom Sarankan Subsidi Silang Demi Cuan Holding BUMN Pangan

“Itu antisipasi panen raya nanti. [Beras petani] diserap bukan untuk disimpan, melainkan dijual ke beberapa negara. Kami mungkin akan ekspor,” kata pria yang karib disapa Buwas, di Gedung Kemenko Perekonomian, Selasa (22/1/2019).

Negara ekspor yang dituju, kata Buwas, sejauh ini masih sebatas wilayah ASEAN. Kendati belum merinci negara tujuan ekspor, ia mengklaim telah ada negara yang bersedia membeli karena membutuhkannya.

Baca juga : Pasokan Beras Berlebih, Bos Bulog Incar Pasar Ekspor

Buwas menyatakan, ekspor perlu dilakukan untuk menjaga harga beras dari banjir produksi pada masa panen nanti. Menurut Buwas, ekspor kali ini akan menyelamatkan petani dari kerugian.

Baca Juga :  Badan Pangan Nasional dan Kebijakan Perberasan

“Jangan kemudian kita banjir produksi. Petani dirugikan karena harga anjlok. Jadi kami harus melakukan ekspor,” kata Buwas.

Peneliti cum dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santoso menanggapi sinis rencana ekspor beras yang dicanangkan Buwas.

Leave a Comment