Hambat Serapan Beras Bulog, Pemerintah Perlu Evaluasi Penerapan HPP

Beras-bulog

Penerapan Harga Pokok Pembelian (HPP) gabah dan beras perlu ditinjau ulang efektivitasnya. Adanya HPP justru menghambat kerja Bulog untuk menyerap gabah dan beras dari petani.

Padahal keputusan untuk tidak mengimpor beras di awal 2019 sangat dipengaruhi oleh ketersediaan beras di gudang-gudang Bulog.

Pada 2018, pemerintah menargetkan target serapan sebesar 2,7 juta ton. Target penyerapan ini dibagi menjadi dua *term* yaitu Januari hingga Juli 2018 sebesar 2,31 juta ton dan sisanya di bulan Agustus hingga September.

Namun hingga akhir 2018, realisasi penyerapan hanya sekitar 1,5 juta ton. Sementara itu di 2019, target serapan diturunkan menjadi 1,8 juta ton.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengatakan, pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan Harga Pokok Pembelian (HPP) yang tercantum dalam Instruksi presiden (Inpres) nomor 5 tahun 2015.

Baca juga : Perum BULOG Targetkan Penyerapan Beras 1,8 Juta Ton pada 2019

Bulog hanya diperbolehkan melakukan pembelian di tingkat petani dan penggiling apabila harganya berada di kisaran Rp 3.700,00 untuk Gabah Kering Panen (GKP), Rp 4.600 untuk Gabah Kering Giling (GKG) dan Rp 7.300 untuk beras.

Fleksibilitas harga hanya diperbolehkan maksimal 10 persen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*