Harga Gula Masih Tinggi, BULOG: Izin Impor Kemendag Telat

gula rafinasi

Direktur Pelayanan dan Informasi Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengeluhkan izin impor Gula Kristal Putih (GKP) yang baru diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan pada awal April 2020. Padahal, Bulog telah menyampaikan harga gula sejak Januari 2020 sudah naik hingga mencapai Rp 13 ribu lebih per kilogram.

“Pasokan berkurang, sehingga kami ajukan impor GKP 200 ribu, tapi masih belum disetujui, kami dapat izin impor itu baru awal April, 50 ribu ton,” kata Tri Wahyudi dalam acara Ngobrol@Tempo di Jakarta, Kamis malam, 23 April 2020. Sehingga, harga gula saat ini masih di atas Rp 17 ribu per kg.

Saat ini, kata Tri Wahyudi, Bulog memang juga telah mendapat penugasan untuk mengimpor gula dari India. Tapi, kebijakan lockdown yang masih berlangsung di Indonesia menyebabkan impor terganggu. Untuk itu, Ia berharap ada pembicaraan Government to Government (G2G) untuk menyelesaikan masalah ini.

Baca juga : BULOG, RNI, dan PPI Impor Gula 150 Ribu Ton pada Mei 2020

Keluhan yang sama juga telah disampaikan Direktur Umum Perum Bulog Budi Waseso sejak Kamis, 9 April 2020. Dalam rapat bersama Komisi IV DPR, Budi mengaku sulit untuk mendapatkan izin impor.

“Untuk kecepatan, pada bulan Februari waktu itu harga sudah naik, kami mengusulkan impor, ternyata tak langsung mudah turun karena melalui prosedur dan sulit sekali,” kata Budi yang akrab disapa Buwas ini.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana menyatakan pihaknya telah mengeluarkan Persetujuan Impor (PI) untuk PT Gendhis Multi Manis (GMM), anak usaha Bulog, pada 29 November 2019.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*