Harga Gula Melambung, Bos BULOG Persoalkan Izin Impor Telat

Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso mengatakan mahalnya harga gula di pasaran belakangan ini disebabkan oleh sulitnya perseroan mendapatkan izin impor. Imbasnya stok di pasar menipis dan harga melambung.

Berdasarkan Pusat Harga Pangan Strategis Nasional, harga gula pasir lokal di pasar tradisional rata-rata Rp 18.550 per kilogram. Harga itu di atas harga acuan yang ditetapkan Kementerian Perdagangan sebesar Rp 12.500 per kilogram.

“Untuk kecepatan, pada bulan Februari waktu itu harga sudah naik kami mengusulkan impor gula kristal putih, ternyata tak langsung mudah turun karena melalui prosedur dan sulit sekali, akhirnya terlambat semua itu. Sehingga, stok di pasaran sudah tipis dan menyebabkan mahalnya gula,” ujar Budi Waseso dalam rapat bersama komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis, 9 April 2020.

Sebenarnya, kata Budi Waseso, perseroan sudah memprediksi akan kurangnya stok itu sejak jauh-jauh hari. Untuk itu, perseroan sempat mengajukan permohonan impor gula mentah alias raw sugar pada November 2020. Rencananya gula mentah itu akan diolah oleh anak usaha BULOG, PT Gendhis Multi Manis. Namun, izin itu tidak kunjung turun.

Baca juga : BULOG : Importasi Gula Kristal Putih Masih Proses Tender

BULOG, kata pria yang biasa disapa Buwas ini, mengajukan impor raw sugar sehingga bisa menyetok gula yang dibutuhkan karena tugas perusahaan pelat merah itu adalah menyiapkan operasi pasar. “Namun baru bisa direalisasikan akhir Maret baru terealisasikan karena begitu sulit birokrasi yang kami tempuh, sehingga pada akhirnya kita tidak bisa menggiling gula untuk kepentingan tadi.”

Usulan impor itu kemudian baru gol pada Maret 2020. “kami waktu itu sedikit memaksa pada maret akhir agar kami bisa impor gula GKP,” kata Buwas. Kala itu perseroan mengajukan impor gula paling sedikit 20 ribu ton.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*