HPP Beras Direvisi, Bagaimana Dampak ke Harga Eceran Tertinggi?

beras

Pemerintah menjamin tidak akan ada perubahan terhadap harga eceran tertinggi beras di tingkat konsumen, kendati harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras direvisi naik.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan dengan tidak adanya perubahan harga eceran tertinggi di tingkat konsumen, maka tidak akan berdampak kepada kenaikan inflasi.

“Untuk itu, diharapkan kebijakan ini [kenaikan HPP gabah dan beras] tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu dengan  berspekulasi atau berupaya menaikkan harga beras di masyarakat,” ujar Mendag Agus seperti dikutip dari siaran persnya, Jumat (3/4/3020).

Adapun, ketentuan HET beras saat ini masih mengacu Peraturan Menteri Pedagangan  No. 57/2017. Besaran HET beras dibagi menjadi tujuh kategori berdasarkan wilayah, antara lain;

-HET beras untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan ada di Rp9.450 per kg untuk medium dan Rp12.800 per kg untuk premium.

-HET beras wilayah Sumatra kecuali Lampung dan Sumatra Selatan Rp9.950 per kg untuk medium dan RP12.800 per kg untuk premium.

-HET beras wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat Rp9.450 per kg untuk medium dan Rp12.800 per kg untuk premium.

-HET beras di Nusa Tenggara Timur Rp9.950 per kg untuk medium dan Rp13.300 per kg untuk premium

-HET beras di Sulawesi Rp9.450 per kg untuk medium dan Rp12.800 per kg untuk premium

-HET beras di Kalimantan Rp9.950 per kg untuk beras medium dan Rp13.300 per kg untuk premium

-HET beras di Maluku dan Papua Rp10.250 per kg untuk medium dan Rp13.600 per kg untuk premium.

Baca juga : HPP Gabah dan Beras Naik, BULOG Optimistis Bisa Capai Target Serapan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*