beras impor
Sejumlah pekerja menurunkan beras impor asal Vietnam dari kapal di Pelabuhan Indah Kiat, di Merak, Cilegon, Banten. Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Impor Beras: Jenis Beras, Cara, Serta Syarat Impornya

Impor beras hingga saat ini masih dilakukan oleh negara kita. Kendati negara kita adalah negara yang mayoritas rakyatnya adalah petani, namun hasil pertanian Indonesia masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Oleh karena itu, untuk menutupi kekurangan tersebut, imporlah yang dijadikan solusi.

Kabar baiknya selama 3 tahun terakhir ini menurut Dirut BULOG bahwa pemerintah tidak mengimpor beras karena selama ini masih bisa dipenuhi dari pasokan dalam negeri. Mungkin saja impor beras tetap ada tapi hanya untuk beras jenis khusus yang memang tidak ada produksinya di negara kita.

Impor beras memang selalu menjadi polemik. Sebab, dengan melakukan impor beras, terlihat seolah menganaktirikan petani di negara sendiri. Kebijakan impor beras selalu ada yang menentang. Namun, jika produksi dalam negeri memang belum mencukupi, impor tidak bisa dihindari. Hal ini dikarenakan, Indonesia termasuk negara dengan konsumsi beras rata-rata paling besar di dunia, yaitu sekitar 150kg / orang per tahunnya.

Jenis-Jenis Beras Impor

Ada beberapa jenis beras yang biasa di impor Indonesia. Di antaranya sebagai berikut:

Beras Melati (Kao Hom Mali)

Beras melati adalah beras yang diimpor dari Thailand. Beras dengan kualitas lebih unggul dibanding beras jenis lain. Mirip dengan beras pandanwangi Indonesia, hanya beras melati memiliki harum aroma melati.

Beras melati mempunyai bentuk butir yang lonjong dan panjang dengan warna putih bening. Jika dimasak memiliki tekstur yang lengket. Beras ini mengandung asam amino yang tinggi, sehingga sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Broken Rice (Menir)

Broken rice atau di Indonesia disebut beras menir adalah beras pecah kecil-kecil (tidak utuh) yang biasanya merupakan sortiran dari proses penggilingan. Baras yang tidak utuh ini masih bisa dimanfaatkan, bahkan kandungan gizi dan kualitasnya pun masih sama. Dengan harga yang biasanya dijual lebih murah dibandingkan beras utuh.

Beras Ketan

Beras ketan juga salah satu jenis beras yang diimpor Indonesia. Beras yang bertekstur lengket namun lebih padat karena mengandung zat amilosa lebih tinggi jika dibanding beras biasa. Beras ketan ada dua jenis, yaitu beras ketan putih dan beras ketan hitam.

Baca Juga :  ATM Beras: Sejarah, Cara Kerja, Harga serta Dimana Mendapatkannya

Parboiled Rice atau Beras Pratanak

Parboiled rice atau beras pratanak adalah beras yang sudah diproses dengan cara direndam dan dimasak, lalu dikeringkan kembali sebelum kemudian digiling. Dengan cara ini kualitas beras tetap terjaga, gizinya tidak hilang, dan mendapatkan kandungan serat yang tinggi. Ini merupakan beras khusus yang biasanya tidak dijual di pasaran, melainkan untuk pasokan ke restoran-restoran. Biasanya diimpor dari Thailand dan India.

Brown Rice (Beras Cokelat)

Beras dengan ciri khas warna cokelat. Termasuk beras khusus untuk restoran dan hotel. Beras yang memiliki kandungan vitamin dan mineral tinggi ini biasanya diimpor dari India. Brown rice sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes dan jantung.

Basmati Rice (Beras Basmati)

Beras basmati memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dari beras jenis lain. Dengan indeks glikemiks yang rendah, beras ini cocok untuk penderita diabetes. Teksturnya pera alias tidak lengket ketika dimasak. Hidangan khas India dan Timur Tengah yang biasanya memakai beras jenis ini. Beras basmati diimpor dari Thailand, Vietnam, India, atau Pakistan.

Ponni Rice

Ponni rice adalah jenis beras parboiled. Padi penghasil beras ini biasanya ditanam di Tamil Nadu, India. Mengandung kalori dan indeks glikemiks yang rendah.

Cara Impor Beras

Tidak sembarang orang bisa melakukan impor beras. Kegiatan impor beras diatur dalam undang-undang atau peraturan pemerintah. Beras yang beras yang bisa diimpor pun ada kriteria khususnya.

Impor beras hanya boleh dilakukan untuk tujuan-tujuan khusus, yaitu:

  1. Untuk keperluan umum dalam negeri hanya dapat dilakukan oleh Perum Bulog
  2. Beras yang bersumber dari hibah hanya dapat dilakukan oleh lembaga / organisasi sosial yang mendapat persetujuan impor dari Menteri Perdagangan.

Untuk keperluan lain, ada 2 jenis:

  1. Untuk bahan baku industri hanya dapat dilakukan oleh perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Produsen / Umum (API-P atau API-Umum)
  2. Untuk keperluan selain bahan baku industri hanya bisa dilakukan oleh BUMN

Untuk melakukan impor beras, caranya adalah sebagai berikut:

Baca Juga :  Erick Thohir: Pangan Sangat Kompleks, Negara Agraris tapi Impor Terus

Perum BULOG / lembaga / organisasi / BUMN yang akan melakukan impor beras mengajukan permohonan impor beras secara elektronik kepada Menteri Perdagangan. Jika persyaratan permohonan sudah benar dan lengkap, menteri akan menerbitkan persetujuan impor, paling lama dalam waktu 3 hari. Persetujuan impor tersebut berisi:

  1. Nomor dan Tanggal Rekomendasi
  2. Jenis Beras
  3. Volume Beras per pelabuhan tujuan
  4. Pos Tarif / HS
  5. Tingkat Kepecahan
  6. Negara asal
  7. Nomor dan Tanggal Penerbitan Persetujuan Impor
  8. Masa Berlaku Persetujuan Impor:

Setelah persetujuan impor keluar, maka dapat melakukan impor sesuai ketentuan dan persetujuan tersebut. Pemasaran dari beras impor akan diawasi, supaya distribusinya sesuai peraturan dan tidak bocor ke pasaran, sebab jika bocor ke pasaran akan mengganggu beras lokal.

Syarat Impor Beras

Syarat-syarat untuk melakukan impor beras adalah sebagai berikut:

  • Melampirkan Akta Pendirian Perusahaan beserta perubahannya
  • Memiliki Angka Pengenal Importir Umum (API-U)
  • Bukti penguasaan gudang sesuai dengan karakteristik produknya atau Tanda Daftar Gudang (TDG)
  • PIB bagi perusahaan yang sudah pernah melakukan impor sebelumnya

Harga Beras Impor

Harga beras impor dengan beras lokal tentunya berbeda. Beras impor bisa lebih mahal, namun kadang juga lebih murah, hingga menjatuhkan beras lokal. Di bawah ini kami merangkum beberapa harga beras impor:

  • Beras melati, beras tipe long grain dari Thailand yang dipasarkan dengan brand Beras Dua Tani Gemar Jasmine kemasan 5 kg dijual secara online di Lazada Rp79.000,00
  • Beras broken rice dengan brand Mekar wangi 1 kg dengan harga Rp8.200,00 bisa didapatkan di Tokopedia.
  • Beras ketan Thailand Putri Aika, ketan putih impor bisa didapatkan di Shopee dalam kemasan 1 kg dengan harga Rp31.000,00
  • Parboiled rice atau beras pratanak brand Udhayam dari india kemasan 5 kg seharga Rp310.000,00 di Tokopedia
  • Brown rice, Narurel Brown Organic Rice bisa didapatkan dalam kemasan 2 kg di Tokopedia dengan harga Rp170.000,00
  • Basmati rice dengan brand Daawat dari India bisa dibeli di Tokopedia dengan harga Rp154.900,00 untuk kemasan 1 kg
  • Ponni rice Udhayam dalam kemasan 5 kg di Tokopedia seharga Rp265.000,00