Ingin Harga Beras RI Bersaing di Internasional? Begini Caranya

beras padi bagus

Faktor persaingan harga membuat Indonesia belum bisa mengekspor beras. Pasalnya, selisih harga beras RI dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand terpaut sekitar Rp 2.900. Kemudian, surplus stok beras RI yang hanya sekitar 2,4 juta ton juga belum cukup untuk diekspor.

Namun, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso tak mustahil bagi RI untuk ekspor beras.

“Sebenarnya kalau semua program berjalan dengan baik, kemudian produktivitasnya bisa ditingkatkan, kualitasnya juga bisa ditingkatkan, tidak mustahil suatu saat akan bisa ekspor, suatu saat ya,” ungkap Sutarto kepada detikFinance, Selasa (9/7/2019).

Kemudian, Pengamat pangan dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rusli Abdullah mengatakan untuk menekan harga beras yang pertama harus dilakukan adalah melakukan mekanisasi.

Artinya, segala proses yang dilakukan dengan cara konvensional, seperti pemotongan padi harus diubah dengan menggunakan mesin.

“Mekanisasi dalam artian sekian proses pemotongan padi itu dilakukan dengan mesin,” ujar Rusli ketika dihubungi detikFinance.

Baca juga: Kenapa Harga Beras RI Lebih Mahal dari Internasional?

Rusli mengungkapkan, pemotongan padi yang dilakukan dengan cara konvensional akan menyebabkan potensi gabah yang tercecer atau terbuang lebih banyak.

Terutama ketika proses pengiriman padi dari sawah ke tempat penggilingan yang masih menggunakan cara konvensional.

“Kalau pemotongan padi dilakukan dengan mesin dapat meminimalisasi gabah-gabah yang terbuang. Kalau mengangkut gabah dari sawah diangkut manual ke rumah, terus dijemur itu kan banyak yang hilang gabahnya, tercecer. Nah saat ini masih banyak yang seperti itu (menggunakan cara konvensional),” jelas Rusli.

Kedua yakni melakukan konsolidasi lahan. Pasalnya, di Indonesia kepemilikan sawah per orangan itu kecil. Hamparan sawah yang luas itu adalah milik banyak orang yang kemudian dipetak-petak.

Sehingga, proses tanam dan panennya tak akan serempak. Hal ini menyebabkan ketidakefisienan dalam produksi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*