Ingin Harga Beras RI Bersaing di Internasional? Begini Caranya

beras padi bagus

“Kedua konsolidasi lahan. Di kita kan saat ini kalau kita ke desa banyak sawah yang hamparan luas tapi dipetak kecil-kecil. Kalau di luar negeri kan satu orang punya pertanian besar sekali. Kalau di kita satu petani mungkin 20-50 meter persegi, itu yang membuat petani padi kita nggak efisien,” papar dia.

Ia mengatakan, kepemilikan sawah yang berbeda-beda di satu hamparan luas ini akan menyebabkan waktu dan hasil produksi yang berbeda-beda.

“Masing-masing orang punya waktu produksi dan hasil yang beda-beda, jadi nggak efisien. Coba kalau pembatas sawahnya itu dihilangkan, sehingga cukup satu hamparan sawah itu dikerjakan bersama-sama dengan tingkat ketekunan yang sama. Otomatis kan hasilnya akan optimal, itu yang perlu dilakukan di Indonesia. Selama ini kan tidak, hasilnya beda-beda, jadi tidak optimal,” ucap Rusli.

Lalu, Sutarto juga menyebutkan cara untuk menekan harga beras dalam negeri yakni memperbanyak produksi dengan cara memaksimalkan panen menjadi dua kali dalam setahun.

“Sebenarnya kalau kita punya lahan seperti sekarang 7,1 juta hektare (Ha). Kalau 7,1 juta Ha ini bisa tanam dua kali saja, itu artinya kan sudah panen sekitar 14 juta Ha lebih. 14 juta Ha kalau dikali 5 ton, atau katakanlah kita bisa tingkatkan 6 atau 7 ton padi per Ha, itu kan artinya sudahh di atas 70 juta ton,” kata Sutarto.

Baca juga: Surplus Beras RI Hanya Setara Cadangan 1 Bulan, Masih Mau Ekspor?

Ia kemudian mengatakan, dari 70 juta ton tersebut apabila rendemannya (padi yang jadi beras) bisa 60% maka dapat menghasilkan 42 juta ton beras. Sehingga, stok ini dapat memenuhi stok beras per tahun rata-rata 30 juta ton. Sisa 12 juta tonnya tersebut yang kemudian dapat diekspor.

“70 juta ton itu kalau penanganan pasca panennya benar tentunya rendemannya bisa 60%. Kalau 60% dari 70 juta ton padi itu kan sudah 42 juta ton beras. Padahal kebutuhan kita hanya 30 juta ton. Jadi kalau hitung-hitungan di atas kertas sebenarnya bisa,” imbuhnya.

Sutarto mengatakan, untuk mencapai hal tersebut maka pertanian di Indonesia harus menggunakan teknologi terpadu sehingga pengelolaan tanamnya terpadu atau biasa disebut dengan integrated corp management.

“Tapi dengan catatan tadi mampukah kita menggerakkan yang 7,1 juta Ha sawah padi itu menjadi dua kali tanam. Ternyata kan sebagian belum bisa, sehingga dalam satu tahun itu biasanya hanya panen sekitar 12 juta Ha sawah padi. Kalau bisanya 12 juta Ha sampai 13 juta Ha,

artinya masih ada peluang sekitar 2-3 juta Ha yang harus diperbaiki irigasinya. Jadi supaya bisa tanam minimum dua kali. Jadi kalau irigasinya disiapkan dengan baik, kemudian teknologi masuk di situ secara terpadu, jadi bisa integrated corp management,” pungkasnya.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4617231/ingin-harga-beras-ri-bersaing-di-internasional-begini-caranya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*