Jaga Stabilisasi Harga, Kemendag dan BULOG Melakukan Operasi Pasar di Daerah Rawan Gejolak Harga Beras

impor beras

Harga beras diprediksi akan mengalami peningkatan pada akhir tahum 2018, disebabkan peningkatan musiman jelang Natal dan Tahun Baru.

Kenaikan harga beras seiring dengan mulai menipisnya produksi pada akhir 2018. Akhir tahun merupakan masa tanam bukan masa panen, sementara permintaan justru meningkat.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga beras pada akhir 2018, Kemendag dan Bulog melakukan operasi pasar di daerah yang rawan terjadi gejolak harga beras sebagai langkah stabilisasi harga beras.

Menurut pengamat INDEF Bhima Yudhistira, dari Oktober sampai minggu ketiga November harga beras terpantau mengalami kenaikan 0,42 persen dimana kontribusi kenaikan harga beras ke inflasi total diperkirakan 0.03-0.1 persen.

Kondisi ini masih terpantau lebih baik dibanding bulan Januari 2018 lalu yang mengalami kenaikan harga beras 3 persen sehingga kontribusi beras ke inflasi tembus 0.24 persen.

Baca juga : Aturan Baru Pengelolaan Beras BULOG Bisa Jadi Pedang Bermata Dua

Gejolak volatile food akan terasa bulan Desember mendatang. Inflasi volatile food ditahun kalender hingga Oktober sudah mencapai 1.58 persen lebih tinggi dari total volatile food 2017 yang sebesar 0.71 persen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*