Jelang Nataru, BULOG Jamin Stok dan Stabilitas Harga Pangan

siti kuwati bulog

Perum BULOG menjamin ketersediaan pangan khususnya beras jelang hari raya natal dan tahun baru 2019.

Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Siti Kuwati mengatakan jauh sebelum masa akhir tahun 2018 BULOG telah mempersiapkan stok yang cukup banyak dan dapat dimanfaatkan pada kegiatan stabilisasi pangan secara massive bila diperlukan.

Menurut Kuwati, pada saat ini stok tersebut digunakan pada program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) di seluruh wilayah Indonesia sebagai instrumen pengendalian harga di tingkat eceran.

“Usaha stabilisasi tersebut juga dilakukan BULOG di sisi hulu pada tingkat produsen melalui pengadaan gabah/beras DN untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan demikian stabilisasi harga dilakukan terintegrasi dari hulu hingga hilir,” katanya saat diwawancara di Jakarta.

Lebih lanjut, Sekper menegaskan jika level stok BULOG yang dimiliki di tahun ini jelas berbeda dibanding tahun kemarin. Meskipun level stok di tahun 2017 sudah cukup baik namun di tahun 2018 ini BULOG mendapat cukup banyak penugasan penyerapan komoditas Dalam Negeri (DN) dan Luar Negeri (LN) yang menjadi faktor pendorong besarnya tingkat stok yang dikelola BULOG.

“Level stok BULOG saat ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan stabilisasi pangan hingga beberapa bulan kedepan. Keseluruhan stok BULOG tersebut disebarkan ke seluruh wilayah Indonesia untuk meningkatkan ketersediaan dan kesiapan stabilisasi harga,” tegasnya.

Berikut petikan wawancara dengan Sekretaris Perusahaan Perum BULOG tersebut terkait ketersediaan dan stabilitas harga jelang natal dan tahun baru 2019.

Menjelang natal dan tahun baru 2019, berapa banyak pasoka beras nasional yang sudah disiapkan?

Sampai dengan tanggal 5 Desember 2018 tercatat penyerapan beras DN BULOG mencapai 1,4 juta ton dan terus bertambah seiring aktivitas penyerapan beras di berbagai wilayah Indonesia.

Dapat disampaikan bahwa di tahun ini terdapat beberapa kondisi yang mempengaruhi penyerapan beras DN oleh BULOG, yakni importasi beras dan pengalihan volume penyaluran beras BULOG dariprogram Bansos Rastra ke program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Kondisi tersebut memberi pengaruh terhadap keseimbangan neraca pasokan-penyaluran BULOG serta biaya operasional perusahaan dari kondisi volume penyaluran yang tidak sebesar ketersediaan stok di gudang BULOG.

Meskipun kondisi di atas memiliki nilai positif berupa peningkatan kemampuan Pemerintah dan BULOG untuk mengintervensi pasar saat harga akan meningkat.

namun juga terdapat kebutuhan perusahaan untuk menyesuaikan volume penyerapan sesuai kebutuhan penyaluran/penjualan agar kesehatan keuangan perusahaan tetap terjaga.

Saat ini penyerapannya seperti apa?

Saat ini penyerapan beras DN tetap oleh BULOG meskipun stok sedang dalam kondisi yang melebihi kebutuhan normal.

BULOG tetap berkomitmen melakukan penyerapan beras DN untuk mewujudkan stabilitas harga di sisi hulu yang sangat penting untuk menjaga kesinambungan produksi petani lokal dengan memanfaatkan penambahan harga beli BULOG kepada petani sebesar +10% dari HPP yang berlaku saat ini.

Dengan begitu maka BULOG ikut berkontribusi nyata di lapangan dalam mewujudkan Swasembada Pangan Nasional.

Terkait dengan penyerapannya agar maksimal, seperti apa upaya yang dilakukan BULOG?

Dengan pengalaman puluhan tahun, BULOG telah membangun jaringan penyerapan beras produksi petani DN hingga ke tingkat desa dengan pihak yang menjadi Mitra Kerja Pengadaan antara lain petani, pengusaha penggilingan beras, dan Gapoktan.

Jaringan tersebut mendukung penyerapan beras oleh BULOG di berbagai wilayah.

Saat ini kegiatan penyerapan gabah dan beras oleh BULOG semakin terbantu dengan sinergitas dengan pihak TNI melalui kegiatan Serap Gabah (Sergab).

Dalam program tersebut, personel BULOG dan TNI bersama-sama mencari ketersediaan gabah di berbagai pelosok wilayah desa.

Dengan dukungan dari jaringan pengadaan dan program Sergab maka BULOG mampu mendapat pasokan gabah dan beras sepanjang tahun bahkan di masa kemarau dimana volume produksi beras bergerak menurun.

Terkait Stabilitas Harga?

Dalam melaksanakan stabilisasi harga pangan pokok terutama beras, BULOG menggunakan pola yang terintegrasi dari sisi hulu hingga hilir.

Dengan pola seperti ini maka peredaman fluktuasi harga akan bersifat lebih permanen karena harga bahan pokok yang bergerak dari sisi hulu ke hilir telah mendapat intervensi oleh BULOG.

Adapun stabilisasi di sisi hilir dilakukan melalui channel grosir dan eceran untuk memperluas penyebaran komoditas bersubsidi yang dikelola BULOG.

Sebagai langkah pengamanan dari penyimpangan yang mungkin terjadi, BULOG bekerja sama dengan Satuan Tugas Pangan Polri untuk mengawasi penjualan komoditas bersubsidi agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pasokan tersebut masih bergantung pada Impor?

Sesuai dengan penugasan yang diberikan Pemerintah kepada BULOG untuk menstabilkan harga di hulu dan hilir, maka BULOG berkomitmen untuk mengutamakan penyerapan produksi petani DN agar kesinambungan produksinya dapat terjaga dan berimbas pada peningkatan ketahanan pangan nasional.

Perlu diketahui bahwa setiap unit kerja regional BULOG (Divisi Regional, Subdivisi Regional, dan Kantor Logistik) selalu siap kapan saja untuk menyerap hasil produksi DN.

Apabila Rakortas multi-Kementerian memperkirakan volume produksi pangan pokok nasional yang ditugaskan kepada BULOG tidak akan mampu memenuhi volume yang dibutuhkan maka akan diberikan izin dan rekomendasi impor dari Kementerian terkait kepada BULOG atau BUMN lain untuk melaksanakan importasi.

Sumber : Monitor.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*