Kemendag: Sesuai Aturan, Bulog Tak Boleh Ekspor Beras Medium

beras-impor

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) tak bisa melakukan ekspor beras berkualitas medium atau reguler dari Indonesia seperti yang direncanakan, karena bertentangan dengan aturan.

Direktur Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan menyebutkan hal ini tak sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Beras.

“Di aturan Permendag, yang tidak boleh diekspor adalah beras medium. Kalau beras yang premium, khusus, silakan, seperti beras organik, itu menjadi potensi ekspor,” jelasnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (24/1).

Menurut Pasal 7 Permendag 1/2018 dikatakan bahwa salah satu syarat untuk ekspor beras ialah pihak eksportir memiliki sertifikat organik dari lembaga sertifikasi organik dan diverifikasi oleh Otoritas Kompetensi Pangan Organik.

Lalu, diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau yang telah diakui secara internasional.

Syarat ini perlu dilakukan karena jenis beras yang diekspor merupakan beras yang diproduksi melalui sistem pertanian organik.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita enggan memberi tanggapan mengenai rencana Bulog yang ingin mengekspor beras ketika ada kelebihan pasokan di dalam negeri.

Enggar hanya memberi gestur mengudarakan tangan kepada awak media.

Baca juga: Pengamat: Rencana Ekspor Beras Bulog Bakal Bikin Rugi

Sebelumnya, rencana ekspor Bulog juga sempat diragukan oleh PT Food Station Tjipinang Jaya yang merupakan pengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan hal ini karena kebutuhan beras nasional masih cukup besar.

Untuk itu, Bulog dirasa perlu lebih mengutamakan kebutuhan dalam negeri sebelum melakukan ekspor.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*