Komisi IV: Impor Tak Pernah Menurunkan Harga Kebutuhan Pokok

Bawang-putih-impor

Kebijakan impor dengan dalih menstabilkan harga kebutuhan pokok di tanah air perlu dikaji ulang.  Ketua Komisi IV DPR RI  Edhy Prabowo menilai, sejauh ini  impor kebutuhan pokok tidak pernah menurunkan harga kebutuhan pokok yang ada.

“Kita melakukan impor karena harga dalam negeri mahal kan,  tapi apa benar setelah impor harga turun? Kan enggak pernah terjadi.

Ya kecuali impor untuk cadangan beras pemerintah,  harga memang jadi turu, kalau tujuannya menurunkan harga ya lebih baik enggak usah turun, sama saja,” ujar Edhy Prabowo seusai menghadiri seminar di Sekolah Bisnis IPB, Minggu, 11 Agustus 2019.

Edhy mengatakan, upaya terpenting yang perlu dilakukan pemerintah adalah membenahi tata kekola pangan. Implementasi Undang-Undang pangan harus benar-benar dilakukan, sehingga  harga bahan pangan tidak dikuasai oleh pengusaha.

“Masalah di negeri kita ini adalah tata kelolanya, bukan ketersediaan pangannya.  Benahi tata kelolanya.

Di Indonesia, sekarang pengusaha sudah berani ambil langsung ke sawah, mereka tahu Bulog ditugaskan untuk mengambil dengan harga Rp 7300 per kilogram, tapi dengan mudahnya dia mengambil Rp 8200, Bulog ya enggak mampu bersaing,” kata Edhy.

Menurut Edhy, Indonesia perlu mencontoh India  yang berani mengendalikan  sistem pangan yang ada.  Sebanyak 85 persen hasil pertanian dijual ke negara, sementara hanya 15 persen yang boleh dijual secara bebas.

Baca juga : OTT Impor Bawang Putih, Buwas: Alhamdulillah BULOG Gak Ikutan

Menurut Edhy, hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33, di mana perekonomian disusun sebagai usaha bersama dan bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

“Indonesia seharusnya berani seperti India, melaksanakan itu. Masalahnya di sini, pengusaha kalau untungnya besar, ya akan terus bertahan di situ.

Kita enggak anti pengusaha, tapi kita juga ingin masyarakat tetap hidup, keseimbangan perlu dijaga,” ucap Edhy.

Jika Indonesia berani mengambil sikap tegas, Edhy meyakini tidak ada monopoli harga pangan seperti yang terjadi saat ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*