Kritik ATM Beras, Dedi Mulyadi: Mestinya Kementan Libatkan BULOG

atm beras

Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi mengkritik program ATM beras yang dicanangkan Kementerian Pertanian. Menurut Dedi, program itu tidak terlampau efektif dan hanya merupakan produk ego sektoral dari Kementerian.

“ATM beras enggak efektif. Prosesnya lama, harus pakai PIN dan sebagainya. Masyarakat enggak semua mengerti,” kata Dedi dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian Pertanian yang digelar secara virtual, Selasa, 28 April 2020.

Dedi mengatakan, semasa menjadi Bupati Purwakarta dulu, ia pernah menjalankan program serupa. Namun, nyatanya program itu tidak bisa berjalan dengan baik di lapangan.

Ketimbang meluncurkan ATM beras, Dedi menilai semestinya Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Perum Bulog. Sebab, kata dia, saat ini Bulog telah memiliki infrastruktur yang lengkap untuk mengantarkan logistik sampai ke level masyarakat.  “Jadi antar-kelembagaan ini jangan punya ego sektoral,” ujarnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebelumnya menyatakan progam ATM beras merupakan hasil kerja sama antara kementeriannya dengan TNI dan sejumlah mitra lainnya. ATM beras ini digadang-gadang mampu menyelesaikan masalah ketersediaan pangan di level masyarakat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*