Legislator Minta BULOG Dijadikan Badan Pangan Nasional di Bawah Presiden

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina mengingatkan, saat ini Bulog menjadi perusahaan di bawah Kementerian BUMN dan masih menjalankan tugasnya, baik mencari keuntungan maupun mengelola public service obligation (PSO) untuk stabilisasi pangan.

Hal ini diungkapkan Nevi saat mengikuti agenda kegiatan kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Gudang Bulog di Karawang, Jabar, Kamis (28/1/2021).

“Dari aturan yang memayungi hukum keberadaan Bulog, terlihat sekali Bulog ini menjalankan dualisme pekerjaan yang terkadang akan menemui konflik tujuan. Di sisi lain Bulog harus profitable, karena sebagai perusahaan, dan sisi lainnya dia harus menjadi lembaga penyangga pangan atau stabilisasi pangan nasional. Keadaan ini sudah berlangsung lima tahun dan ternyata Bulog menjadi lembaga yang serba dilema,” tutur Nevi.

Menurutnya, untuk saat ini, sebagai perusahaan, mestinya sudah ada PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebagai holding pangan yang fokus menjadi prusahaan negara yang bertanggungjawab terhadap ketersediaan pangan cukup dan layak untuk dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Oleh karenanya, sambung Nevi, Bulog mestinya dapat dikembalikan fungsinya seperti semula menjadi lembaga stabilisasi pangan di bawah presiden.

Sehingga Bulog menjadi lembaga yang kuat dan mampu menjalankan tugasnya secara fokus tidak memikirkan mencari untung untuk di sumbangkan kepada negara.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*