Manajemen Penyaluran Beras Bulog Butuh Pembenahan

Perum Bulog dinilai perlu memperbaiki manajemen penyaluran beras, seiring dengan berkurangnya kewajiban perseroan untuk mendistribusikan bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra).

Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, Bulog dan pemerintah harus berbenah pascatemuan pembusukan beras di gudang Bulog Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan.

Pasalnya, kejadian tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah persoalan yang melanda tata kelola perberasan di Bulog.

“Persoalannya mulai dari berkurangnya kewajiban Bulog menyalurkan bansos rastra hingga masalah di hulu, yakni kualitas beras nasional yang rendah,” jelasnya kepada Bisnis.com, belum lama ini.

Dia mengatakan, Bulog selama ini diwajibkan menyerap beras petani dalam jumlah besar. Namun, sejak 2017, pilihan penyaluran beras milik perseroan semakin terbatas, terutama untuk jenis beras medium.

Penyebabnya, kebijakan bansos rastra perlahan digantikan dengan bantuan pangan nontunai (BPNT) oleh pemerintah.

Baca juga : Mana Lebih Manusiawi, BPNT atau RASTRA?

Otomatis, lanjutnya, Bulog hanya memiliki pilihan menyalurkan beras mediumnya melalui operasi pasar (OP) dan bantuan kemanusiaan.

Adapun, beras medium yang dapat disalurkan setiap tahunnya melalui OP hanya sekitar 500.000 ton. Padahal, Bulog diwajibkan menjaga stok cadangan beras pemerintah 1 juta ton—1,5 juta ton.

“Di sisi lain, beras kita ini kecenderungannya hanya dapat disimpan dalam waktu terbatas. Sebab, kebanyakan penggilingan di tingkat petani di desa tidak memiliki alat pengering. Padahal, panen raya itu biasanya bertepatan dengan musim hujan. Jadi, berasnya relatif basah dan kualitasnya rendah sehingga cepat busuk,” jelasnya.

Menurut Sutarto, kondisi itu semakin memperberat tugas Bulog sebagai stabilitator beras nasional. Alhasil, kejadian membusuknya beras di gudang Bulog berpeluang terus terjadi.

Dengan demikian, dia menyarankan pemerintah turut memberikan solusi. Salah satunya dengan memberikan bantuan kredit pengadaan alat pengering kepada penggilingan kecil di perdesaan.

Baca juga : Penjajakan Bulog dan Kondisi Beras

Selain itu, pemerintah diharapkan menyiapkan kebijakan wajib beli beras oleh penerima BPNT melalui Bulog.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*