Masa Panen Mundur, Perpadi: Harga Beras Akan Naik Jika BULOG Tak Salurkan Impor

beras impor

Masa panen diprediksi bakal mundur dari Maret menjadi April 2019 mendatang. Alhasil, musim paceklik di akhir tahun lebih panjang.

Lantaran musim panen mundur, harga beras diprediksi akan naik hingga Rp 12.000 per kilogram (kg)-Rp 13.000 per kg pada Januari dan Februari.

Melihat kondisi ini, BULOG diminta untuk tak menahan beras impor untuk menekan harga beras.

“Kalau pemerintah tidak melakukan operasi pasar dan beras yang katanya surplus hingga 2,85 juta ton dan impor 2 juta ton maka harga beras akan tertekan,” kata Kepala Koperasi Pasar Induk Cipinang Zulkifli Rasyid.

Zulkifli mengatakan, meskipun masa panen di Januari telah mulai tetapi pasokan dari petani tidak mampu mencukupi konsumsi nasional.

Baca juga : Jaga Stabilisasi Harga, Kemendag dan BULOG Melakukan Operasi Pasar di Daerah Rawan Gejolak Harga Beras

Menurutnya, kebutuhan konsumsi beras Januari hingga Februari mencapai 5 juta ton.

Sementara itu, stok beras di tingkat usaha tani hanya sampai bulan kebutuhan konsumsi. Biasanya 2.000 pengusaha penggiling padi hanya mampu memproduksi 3 juta ton beras per bulan.

“Artinya defisit meskipun Januari itu sudah mulai panen tapi hanya sedikit, ” ujar Zulkifli.

Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso bilang, saat ini penggilingan kecil sudah tidak memiliki stok gabah.

Makanya, “Kalau BULOG dan pemerintah tak salurkan impor pasti harga naik,” katanya.

Sumber: https://industri.kontan.co.id/news/masa-panen-mundur-perpadi-harga-beras-akan-naik-jika-bulog-tak-salurkan-impor

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*