Mengenal Perum BULOG, BUMN Penjaga Ketahanan Pangan

Komoditas penugasan Pelayanan Publik yang ditangani Perum BULOG, antara lain, beras, gula pasir, daging sapi dan kerbau, jagung pakan ternak, dan serta kedelai. Bentuk kegiatan penugasan dimulai dari pembelian komoditas di tingkat produsen sampai ke penyalurannya melalui berbagai kegiatan, seperti Beras untuk Rakyat Sejahtera (Rastra), Operasi Pasar (OP), hingga Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP).

Keseluruhan penugasan tersebut pada prinsipnya mendukung tiga pilar dari Ketahanan Pangan yaitu: pilar ketersediaan, pilar keterjangkauan, dan pilar stabilitas. Salah satu tugas utama BULOG termasuk menyalurkan beras kepada penduduk miskin yang disebut Beras untuk Rakyat Sejahtera (Rastra).

Selain tugas Pelayanan Publik seperti tersebut di atas, BULOG juga melaksanakan usaha-usaha lain berupa kegiatan Komersial. Berdasarkan cakupan kegiatannya Komersial dibagi menjadi 3, yaitu: Perdagangan, Unit Bisnis dan Anak Perusahaan.

Kegiatan perdagangan komoditi oleh Perum BULOG dilaksanakan bukan semata untuk menghasilkan laba, namun juga mengemban misi mulia dalam kerangka stabilitas harga pangan pokok. Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum (Perum) BULOG dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional, Perum BULOG ditugaskan untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen dan produsen untuk jenis pangan pokok beras, jagung, dan kedelai.

Sedangkan untuk kedelapan jenis pangan pokok lainnya seperti gula, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, cabe, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam selain menjadi tugas Perum BULOG juga dapat dilaksanakan oleh BUMN lainnya.

Selain sebagai pelaksanaan penugasan berdasarkan Perpres, perdagangan komoditi dapat dilakukan Perum BULOG untuk menjawab kebutuhan komoditi pangan di Indonesia seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.

Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang besar membutuhkan berbagai komoditi pangan, yang tidak semuanya dapat dipenuhi dari produk-produk dalam negeri.

Di sisi lain, potensi sumberdaya komoditi yang dihasilkan oleh daerah, maupun kebutuhan daerah akan komoditi yang harus dipasok dari luar merupakan peluang usaha perdagangan yang dapat dikembangkan pada tingkat Divisi Regional maupun Sub Divisi Regional.

Tidak dapat dimungkiri, bahwa perdagangan komoditi merupakan aktivitas bisnis dengan daya tarik pasar yang tinggi. Hal ini tergambar dalam banyaknya jumlah pemain dalam bisnis ini. Dalam bisnis perdagangan komoditi, Perum BULOG ikut berperan dalam channel Business to Consumer (B2C) melalui saluran penjualan langsung ke pengguna maupun Business to Business (B2B) melalui saluran penjualan distributor.

Selain itu, untuk pengembangan usaha dan meningkatkan kontribusi margin bagi perusahaan, Perum BULOG membentuk Pilot Project, Unit Bisnis dan Anak Perusahaan.

Saat ini Perum BULOG memiliki 2 (dua) anak perusahaan, yakni: PT Jasa Prima Logistik BULOG (JPLB), bergerak di bidang usaha di bidang freight forwarding, warehousing dan project shipment, jasa logistik dan angkutan serta usaha pendukung lainnya, dan PT Gendhis Multi Manis (GMM), bergerak di bidang industri gula.

Hingga akhir September 2019, pemerintah telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik bulan September 2019 menunjukkan, jumlah penduduk miskin Indonesia sebanyak 24,79 juta jiwa. Ini sudah turun 0.36 juta orang dibanding Maret 2019 dan turun 0,88 juta orang dibanding September 2018.

Dengan menurunnya penduduk miskin, maka BULOG semakin dapat meningkatkan kegiatan komersialnya. Tetapi, pandemi Covid-19 pada awal 2020 diperkirakan akan menambah penduduk miskin Indonesia. Di sini kita akan kembali melihat peran BULOG yang akan semakin penting dalam melayani masyarakat.

Data Desember 2018 mencatat perusahaan yang berkantor pusat di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 49 Jakarta ini memiliki 4642 karyawan dengan total 26 kantor Divisi Regional yang tersebar di berbagai ibukota propinsi. BULOG memiliki 1.574 unit gudang dengan total kapasitas 4,07 juta ton beras yang tersebar hingga wilayah-wilayah terpencil untuk mendukung ketahanan pangan yang merata di seluruh Indonesia.

Sumber : https://upperline.id/post/mengenal-perum-bulog-bumn-penjaga-ketahanan-pangan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*