Menko Darmin Pertanyakan Kemampuan Bulog Salurkan Beras

bulog

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mempertanyakan kemampuan Bulog dalam menyalurkan pasokan beras yang ada di gudangnya.

Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat 50 ribu ton beras dengan penurunan mutu dan berkualitas buruk akan dibuang.

“Yang pertama harus dilihat dulu, itu beras sejak kapan. Jangan dicampur aduk. Tergantung, Bulog-nya bisa menyalurkan beras atau tidak,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/7) malam.

Namun demikian, Darmin tak melanjutkan penjelasannya. Ia mengaku tak ingin persoalan tersebut menjadi polemik.

Sementara itu, Bulog menyatakan akan membuang beras jika mutu beras benar-benar tak bisa diselamatkan lewat proses pengolahan.

Lihat juga: Buwas: Saya Mundur Jika Penyaluran Beras Bantuan Diambil Alih

Menurut Bulog, volume beras yang rencananya akan dibuang merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hasil pengadaan dari kurun waktu 2015-2017.

Namun, perusahaan milik negara itu tidak serta merta menyebut volume beras itu berasal dari impor atau tidak.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan CBP, waktu penyimpanan beras di gudang seharusnya hanya 4 bulan. Namun, aturan itu tak berjalan sempurna.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*