Operator BPN Diminta Fokus Jalankan Fungsi Pelayanan

Legislator minta lembaga operator bertransformasi maksimal di bawah naungan Badan Pangan Nasional atau BPN. Transformasi diarahkan agar persoalan pangan nasional tidak menjadi makin semrawut.

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menekankan, Perpres 66/2021 tentang BPN mesti diikuti dengan langkah transformasi lembaga operatornya. Yakni, menjalankan fungsi secara optimal tanpa melibatkan kepentingan mencari keuntungan.

“Jadi ketika menjadi operator BPN, mestinya Bulog menjadi lembaga seperti sebelum menjadi Perum di bawah BUMN,” terangnya dalam keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Selasa (31/8).

Saat ini, jelasnya, Bulog memiliki dualisme fungsi yang menyatu dalam satu lembaga, yakni Kewajiban Pelayanan kepada Publik (public service obligation/PSO) dan mencari keuntungan.

Baca Juga :  Badan Pangan Nasional dan Kebijakan Perberasan

Jika demikian, persoalannya akan mirip dengan yang terjadi pada program Pupuk Subsidi. PT PI, selain berproduksi pupuk untuk mencari keuntungan, juga berproduksi pupuk subsidi yang berasal dari APBN.

“Akibatnya, berbagai persoalan yang ada, hingga kini tak pernah ada solusinya,” tutur Akmal.

Lantas, legislator Sulawesi Selatan II ini mempertanyakan, kemungkinan Bulog menentukan pilihan. Antara fokus menjadi badan pencari untung atau badan yang menjadi tangan pemerintah untuk melaksanakan PSO.

Sebaiknya pun, Andri menyarankan, fungsi pencari keuntungan diserahkan pada holding pangan di bawah RNI. Di mana mereka melalui BUMN yang lain dapat melakukan fokus kerja bisnis pangan milik pemerintah.

“(Karena) selama Bulog masih dualisme menjalankan amanat kerjanya, saya yakin, persoalan pangan untuk melayani masyarakat akan terbentur kepentingan yang tidak akan pernah selesai,” katanya.

Baca Juga :  Ekonom Sarankan Subsidi Silang Demi Cuan Holding BUMN Pangan

Secara skema, terang Akmal, keberadaan BPN akan mengubah skema penugasan kepada Perum Bulog menjadi satu arah, tanpa melibatkan banyak instansi pemerintah. Kendati, dirinya menyoroti posisi Bulog yang masih berkoordinasi dengan BUMN, potensi dapat bersoal pada kemudian hari.

Karena itu, dirinya harap, pengendalian jenis pangan mulai dari distribusi hingga tata niaganya dapat berjalan lancar di masa depan. Utamanya pada sembilan jenis pangan yang menjadi tugas-fungsi BPN seperti beras, jagung, kedelai, gula konsumsi, bawang, telur unggas, daging ruminansia, daging unggas, dan cabai.

Leave a Comment