Pastikan Beras BULOG Terbeli dalam Bantuan Pangan Non Tunai

Cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog terancam tidak terbeli oleh keluarga penerima manfaat dalam program bantuan pangan nontunai  (BPNT).

Oleh sebab itu, Bulog harus memastikan beras yang dikelolanya terserap melalui saluran BPNT.

Meskipun sudah mendapatkan akses pasok beras 100 persen dalam BPNT, Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Bayu Krisnamurthi berpendapat, saluran beras Bulog melalui BPNT masih menghadapi risiko tidak terbeli oleh keluarga penerima manfaat (KPM).

“KPM memiliki hak untuk membeli atau tidak membeli beras dari Bulog,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (7/7/2019)

Hak tersebut dinyatakan lewat Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Nontunai pasal 9 ayat 4.

Aturan ini menyebutkan, pembelian barang/jasa melalui skema bantuan sosial nontunai dapat dilakukan sesuai kebutuhan KPM.

Spesifik terkait BPNT, Kementerian Sosial memperbolehkan KPM membeli beras dan telur, beras saja, atau telur saja di elektronik warung gotong royong atau e-warong.

Oleh sebab itu, ada kemungkinan KPM tidak membeli beras dari Bulog.

Pada pekan lalu, Kementerian Sosial memberikan akses pasok beras 100 persen dalam program BPNT. Dengan akses pasok 100 persen tersebut, Bulog berpotensi menyalurkan 750.000 ton sepanjang semester-II 2019.

Baca juga : Polemik BPNT Berakhir, BULOG Janji Pasok Beras Berkualitas

Artinya, jika tidak terbeli oleh KPM, realisasi penyaluran beras Bulog dapat berada di bawah 750.000 ton. Bayu berpendapat, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang digunakan untuk BPNT dapat berakhir di etalase e-warong, tidak tersalurkan ke masyarakat karena tidak terbeli.

Hal ini berimbas pada penurunan mutu dan kualitas beras/gabah yang disimpan dan dikelola oleh Bulog. “Bulog juga akan mengalami kerugian keuangan dan akuntansi jika salurannya (melalui BPNT) tersendat,” kata Bayu.

Sebelumnya, Bulog memperkirakan kerugian dapat mencapai Rp 10.000 per kilogram (kg) beras. Ancaman kerugian itu berasal dari stok CBP yang masih ada di gudang Bulog dan tidak bisa tersalurkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*