Penanganan Beras di Gudang Bulog Dinilai Langgar Aturan

beras bulog

Mantan Dirut Perum Bulog, Sutarto Alimoeso menilai adanya pelanggaran dalam penanganan beras di gudang Bulog sehingga menimbulkan kasus beras turun mutu sebanyak 6.000 ton di Sumatera Selatan.

“Sebab bisa bermacam-macam, paling berat kalau ada ketidakpatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada,” kata Sutarto¬† di Jakarta, Jumat (15/2).

Sutarto mengatakan, selama ini Bulog sudah memiliki SOP yang mendetail terkait penyediaan beras, mulai dari pengadaan hingga penyaluran, sehingga seharusnya penyebab terjadinya beras busuk itu dapat segera ditelusuri.

“Termasuk soal ‘First In First Out’ (FIFO), itu sudah ada SOP-nya. Kaitan dengan pengadaan tentu juga ada syarat yang harus dipenuhi. Jadi bisa ditelusuri mulai dari sana, terpenuhi tidak SOP-nya,” katanya.

Sutarto ikut mengusulkan adanya upaya audit internal oleh Satuan Pengawasan Intern (SPI) secara menyeluruh atas kasus ini, termasuk pengenaan sanksi apabila terdapat ketidakpatuhan terhadap SOP yang berlaku.

Baca juga : Bulog Sortir 6.800 Ton Beras Tak Layak Konsumsi

“Bisa dimulai dari gudangnya, kemudian atasan kepala gudangnya, karena atasan bertanggungjawab melakukan pemeriksaan dan koordinasi.

Jadi semua harus diaudit dan diperiksa. Pengenaan sanksi juga tergantung tingkat kesalahan,” ujarnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*