Penerapan Kebijakan Raskin Dengan Sistem Tunai Melemahkan Fungsi BULOG

Sistem pemberian Raskin (Beras Miskin) yang selama ini diserahkan dalam bentuk fisik rencananya akan diubah menjadi pemberian secara tunai berupa uang atau voucher yang kemudian Rumah Tangga Sasaran (RTS) bisa membeli ditempat yang telah ditentukan.

Menanggapi hal itu, Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) menilai, kebijakan ini menegaskan bahwa pemerintah mengambil langkah strategis dengan memisahkan penanganan perlindungan sosial dan penanganan stabilisasi harga pangan, perlindungan petani dan kebijakan pangan secara keseluruhan.

“Dalam sepuluh tahun terakhir kebutuhan atas RTS makin besar karena inflasi dan lainnya. Demand sidenya juga jauh lebih kuat dalam sepuluh tahun terakhir. ungkap Ketua PERHEPI, Bayu Krisnamurthi seusai acara FGD di Hotel Bidakara, Jakarta (29/5/2017).

Menurut Bayu, harus ada beberapa antisipasi untuk penerapan sistem tunai tersebut antara lain, antisipasi terhadap implikasi dari kebijakan ini atas keuangan negara. “karena tadinya proses Raskin itu dilaksanakan dulu oleh BULOG dengan dana komersial dan kemudian baru diverifikasi, kemudian pemerintah membayar setelah proses verifikasi keluar. tapi kalau ini bentuknya adalah transfer tunai maka harus ada pengeluaran negara langsung kepada kelompok rumah tangga penerima manfaat itu, bukan sesuatu yg bisa ditunda seperti pengeluaran,” ucapnya.

Perlu diketahui, sampai dengan akhir tahun secara fisik stok BULOG berjumlah antara 1-1,2 juta ton atau kurang lebih sekitar Rp9 triliun, sementara untuk subsidi BULOG sebesar Rp18 triliun. “Dengan sistem pemberian secara tunai justru akan memperlemah fungsi BULOG dalam mempertahankan stok. Kalau ini sudah diantisipasi, Habislah fungsi BULOG,” terangnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*