Pengamat: Perubahan HPP Membuat BULOG Lebih Leluasa Serap Gabah dan Beras

petani padi sawah

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 24 tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras.

Dalam beleid tersebut, pemerintah mengubah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah/beras yang sebelumnya diatur dalam Instruksi  Presiden   Nomor  5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras.

Di Permendag 24/2020, harga pembelian untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani menjadi Rp 4.200 per kg. Sementara, di Inpres 5/2015, HPP GKP di tingkat petani sebesar Rp 3.700 per kg.

Lalu, harga gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan menjadi Rp 5.250 per kg dari Rp 4.600 per kg, harga GKG di perum Bulog menjadi Rp 5.300 per kg dari Rp 4.650 per kg, dan harga beras mencapai Rp 8.300 per kg dari sebelumnya Rp 7.300 per kg.

Dengan adanya perubahan HPP ini, Pengamat Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengatakan Bulog akan lebih leluasa dalam menyerap gabah/beras. Diharapkan, dengan begitu, target pengadaan gabah/beras Bulog pun bisa mencapai target.

“(Serapannya) Pasti lebih tinggi. Karena dari pengalaman kami sejak 2014, harga itu sebenarnya sangat jarang menyentuh HPP. Itu yang menyebabkan Bulog selalu tidak bisa memenuhi target serapan, karena HPPnya tidak masuk akal,” ujar Dwi kepada Kontan.co.id, Rabu (1/4).

Baca Juga: Pemerintah Resmi Naikkan HPP Gabah Petani

Menurut Dwi, target serapan beras oleh Bulog tahun ini pun harus bisa tercapai mengingat saat ini merupakan masa-masa kritis karena adanya virus corona. Dia mengatakan, stok pangan pemerintah harus betul-betul kuat.

Tak hanya berdampak bagi Bulog, Dwi juga mengatakan perubahan HPP berdampak positif bagi petani. Dwi yang juga Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) ini mengatakan, selama ini pihaknya selalu mengusulkan adanya kenaikan HPP karena sudah tidak ada perubahan sejak 2015.

Berdasarkan hasil kajian AB2TI di 2018, biaya usaha tani untuk setiap 1 kg GKP adalah sebear Rp 4.286. Sementara, di April 2019,  berdasarkan survei di 28 kabupaten, biaya usaha tani untuk setiap 1 kg GKP adalah sebesar Rp 4.523.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*