Penugasan Bulog Jadi Ujung Tombak Stabilisasi Harga

beras pasaran

Pemerintah masih mengandalkan penugasan kepada Perum Bulog sebagai salah satu strategi dalam stabilisasi harga pangan, terutama beras.

Keberhasilannya bergantung pada aturan yang menjadi landasan penugasan.

Salah satu aturan yang menjadi landasan penugasan Perum Bulog ialah Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015.

Untuk masa panen raya 2019, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan, penugasan kepada Bulog masih mengacu pada Inpres tersebut.

Dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2015, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 3.700 per kilogram (kg).

Akan tetapi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga GKP di tingkat petani pada Februari 2019 sudah mencapai Rp 5.114 per kg.

Ada kesenjangan antara HPP dan harga pasar terkini. Padahal, pemerintah menugaskan Bulog untuk membeli beras dengan HPP.

“Terkait perbedaan ini, kami masih menunggu pembahasan melalui rapat koordinasi tingkat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,” ujar Tjahya saat ditemui setelah Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2019 di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Selain itu, pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) oleh Perum Bulog akan menghadapi harga GKP yang tergolong stabil tinggi.

Harga tersebut terbentuk akibat peralihan musim kemarau di sejumlah daerah sentra penghasil beras yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) jatuh pada Maret 2019.

Imbasnya, kadar air GKP diperkirakan lebih sedikit sehingga kualitasnya lebih baik.

Tjahya memperkirakan, gabah yang diproduksi akan menghasilkan beras berkualitas kelas premium.

Pengaturan harga di tingkat konsumen pun tetap mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras.

“Beras yang dihasilkan kualitas premium dari GKP yang kadar airnya sedikit itu tetap dijual dengan harga beras premium sesuai dengan Permendag terkait. Jika beras premium lebih banyak beredar, pemerintah akan menugaskan Bulog untuk menggelontorkan CBP ke pasar,” tuturnya.

Hingga saat ini, realisasi operasi pasar CBP oleh Perum Bulog sepanjang 2019 sebesar 188.008 ton.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*