Penyaluran Kecil, Ruang Gerak BULOG Mengelola Cadangan Beras Pemerintah Terbatas

Ruang Perum Bulog untuk menjaga stok cadangan beras pemerintah (CBP) terbatas. Pemerintah menetapkan acuan pengamanan stok beras pemerintah di Bulog sebesar 1 juta sampai 1,5 juta ton saja.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto, mengatakan, waktu penyimpanan beras CPB itu selama empat bulan. Dengan waktu itu, maka idealnya Bulog harus menyalurkan CBP rata-rata 250.000 – 375.000 ton per bulan.

Dalam penyalurannya, pengelolaan beras CBP terdiri dari penyaluran untuk kebutuhan rutin dan cadangan. Untuk penyaluran kebutuhan rutin ini ditujukan untuk penyaluran beras masyarakat pendapatan rendah dan pelepasan stok usia simpan empat bulan.

Baca Juga :  Ekonom Sarankan Subsidi Silang Demi Cuan Holding BUMN Pangan

Sementara itu, untuk penyaluran kedua ditujukan untuk bencana alam dan kerawanan pangan, stabilitas harga, kerjasama atau bantuan internasional serta penyaluran beras selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Untuk penyaluran CBP ini termasuk sulit karena tidak rutin, sementara dalam waktu empat bulan beras harus disalurkan untuk menjaga mutu tetap baik.

“Penggunaan CBP untuk keadaan darurat bencana masih sedik,” ujar Suyamto dalam webinar Forum Group Discussion (FGD) Tertutup PATAKA¬†“Penguatan Cadangan Beras Pemerintah Masa PPKM”, Rabu (18/8).

Dengan kondisi ini, ruang gerak Bulog untuk melakukan stabilitas harga di petani sangat terbatas. Pasalnya pemerintah menetapkan acuan pengamanan stok beras di kisaran 1 juta – 1,5 juta ton. Artinya bila Bulog menyerap lebih dari jumlah itu, maka perlu penyaluran ke pasar.

Baca Juga :  Badan Pangan Nasional dan Kebijakan Perberasan

Leave a Comment