Penyerapan Bulog Saat Panen Raya Terancam Tak Optimal

beras bulog kelapa gading
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat

Penyerapan beras oleh Perum Bulog diperkirakan tak optimal karena nihilnya kanal penyaluran. Sumbangan serapan ideal sebesar 60 sampai 65 persen pada masa panen raya pun bisa tidak tercapai.

“Dengan ketiadaan outlet, penyerapan saat panen raya bisa tidak optimal. Pada situasi ketika Bulog masih memiliki outlet, 60 sampai 65 persen pengadaan berlangsung pada bulan-bulan ini,” kata Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori, Selasa (4/5/2021).

Perum Bulog tercatat telah menyerap sekitar 535.890 ton beras pada puncak panen yang jatuh pada Maret dan April. Jumlah tersebut hampir memenuhi target pengadaan sampai Mei yang sempat ditargetkan mencapai 600.000 ton. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso sebelumnya juga menargetkan stok kelolaan Bulog akan mencapai 1,5 juta ton pada Mei 2021.

Khudori menyebutkan realisasi serapan di kisaran 500.000 ton sampai April bukanlah volume yang besar. Aangka tersebut dia nilai wajar mengingat Bulog juga tak memiliki banyak pilihan dalam menyalurkan beras.

Menurutnya, serapan Bulog dalam rangka menjaga harga di sisi hulu bisa ditingkatkan dengan menambah porsi stok komersial.

Namun, dia sanksi perusahaan pelat merah tersebut bisa melakukan pengadaan beras komersial dalam jumlah besar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*