Penyimpanan Beras BULOG Gunakan Cocoon

stok beras bulog

Direktur Operasional & Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, untuk menjaga kualitas beras di gudang, pihaknya menggunakan teknologi cocoon.

Yakni, cara menyimpan beras dan biji-bijian menggunakan penutup berbahan plastik yang akan menyungkup beras, terjaga kualitasnya pada waktu tertentu.

Tri menjelaskan, metode cocoon menjaga kadar CO2 pada titik tertentu dan meminimalkan oksigen.

Dengan kontrol CO2 dan oksigen yang minimal, tidak lagi ada kesempatan bagi hama untuk hidup dan mengganggu atau menurunkan mutu beras.

“Penyimpanan dengan cocoon ini ramah lingkungan karena tidak ada lagi perlakuan-perlakuan dan perawatan dengan menggunakan obat-obatan kimia. Kalau dengan penyimpanan konvensional, perlu perlakuan spraying dan fumigasi bahan kimia. Tapi, selama tersimpan dalam sungkup plastik cocoon, tidak diperlukan lagi perlakuan tersebut. Dengan begitu, Bulog dapat menghemat pemgeluaran biaya perawatan beras secara signifikan,” kata Tri dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu malam (14/8).

Bulog, kata Tri, tengah menghitung penghematan yang diperoleh dengan metode cocoon.

“Yang jelas, kalau dalam setahun, kami melakukan fumigasi 3 kali dan spraying 10-12 kali. Tapi, dengan teknologi cocoon kami tidak melakukan itu lagi. Jadi, nggak butuh biaya untuk itu lagi,” kata Tri.

Menurut Tri, dengan cocoon, hama-hama yang biasanya muncul pada bulan kedua atau ketiga saat penyimpanan, tidak akan berkembang, bahkan mati.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*