Peran BULOG Butuh Diperkuat

beras bulog

Ia sepakat kapasitas BULOG harus terus ditingkatkan agar fungsi sebagai stabilisator harga dapat lebih maksimal.

“BULOG bisa saja seperti Pertamina dan PLN karena BULOG berstatus sebagai Perusahaan Umum (Perum),” ujar dia.

Namun, kata dia, tak hanya soal gudang penyimpanan, kondisi outlet beras perlu diperhatikan karena hingga kini belum banyak. Kapasitas dan jumlah outlet perlu ditambah agar penyaluran dari hasil serapan gabah dari petani dapat terjual.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan (Kemendag) Ninuk Rahayuningrum mengatakan, sesuai instruksi Menteri Perdagangan, prioritas penerapan HET masih di tahap toko ritel modern.

“Di pasar (tradisional) belum dulu. Pak Menteri juga bilang biarkan dulu. Belum tahu sampai kapan (dibiarkan). Maksudnya dibiarkan, pengawasan satgas pangan belum sampai ke pasar. Namun, kita terus memantau.” kata Nunik.

Dia mengatakan, selama ini satgas pangan juga tidak banyak masuk pasar karena memahami kondisi perdagangan tradisional. Satgas pangan, kata dia, akan lebih cenderung memantau sektor perdagangan modern yang sudah pasti.

Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Mulyadi Hendiawan mengimbau pengusaha beras jujur dan tidak memalsukan jenis beras.

“Perbedaan butir patah untuk membedakan jenis beras premium dan medium. Itulah yang bisa kita lakukan. Jadi kalau memproduksi beras medium, jangan mengaku premium,” kata Mulyadi.

Sumber berita http://www.harnas.co/2017/09/07/peran-bulog-butuh-diperkuat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*