Perangi Produk Malaysia dengan Produk Rumah Pangan Kita

Ketergantungan warga perbatasan terhadap produk Malaysia masih sangat sulit diberantas.

Selain persoalan kedekatan, harga barang juga masih terus menjadi kendala. Tak ayal, sejumlah produk dalam negeri sulit menyaingi produk Malaysia yang disuplai dari Tawau, Sabah.

Namun, hal tersebut kini mulai berangsur pulih. Masuknya sejumlah produk dalam negeri yang dilakukan Bulog Tarakan melalui bantuan Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan, kini perlahan-lahan menghapus dominasi produk Malaysia.

Khususnya, gula pasir, tepung terigu dan juga minyak goreng. Meskipun belum signifikan

Salah satu cara untuk Perum Bulog ‘memerangi’ produk Malasysia yakni, mengajak masyarakat yang baru ingin berjualan atau yang selama ini telah berdagang sembako menjadi anggota rumah pangan kita (RPK) sebagai mitra Perum Bulog untuk menjadi jaringan outlet penjualan pangan pokok.

“Target minimal keberadaan RPK di Pulau Nunukan ini sebanyak 100 RPK. Namun, target maksimal setiap rukun tetangga (RT) itu minimal memiliki 1 RPK,” sebut Sekretaris Disdag Nunukan, Hasan Basri Mursali saat ditemui media ini usai acara launching RPK dan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) penguatan distribusi bahan pokok di perbatasan yang digelar di kantor bupati Nunukan, Senin (17/12).

Hasan, sapaan akrabnya, mengatakan, untuk menjadi RPK, warga diminta dapat menyiapkan modal awal sebesar Rp 5 juta.

Baca juga : BULOG Buka Peluang Kewirausahaan Bagi Masyarakat untuk Membuka Rumah Pangan Kita (RPK)

Jumlah tersebut untuk mengambil barang-barang sembako yang telah ditentukan pihak bulog. Artinya, pemilik RPK ini diwajibkan mengambil semua jenis barang.

Hal ini bagian dari cara memperkenalkan produk yang diperjualbelikan.

“Nanti untuk pengambilan berikutnya pedagang di RPK itu bisa menentukan sendiri apa saja barang yang paling banyak digemari warga sekitar RP tersebut,” jelasnya.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Tarakan, Pengadilan Lubis mengaku senantiasa siap menyuplai kebutuhan barang yang diperlukan di Kabupaten Nunukan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*