produk-kita

Perum BULOG: Sejarah Serta Produk BULOG dan Harganya

BULOG atau Perum BULOG adalah Perusahaan Umum Bidang Urusan Logistik di Indonesia yang bertugas mengatur tata niaga pangan. Seiring dengan perkembangan Perum BULOG sendiri, serta tuntutan kebutuhan pangan Indonesia Perum BULOG pun terus bertransformasi dan mencari innovasi-innovasi baru.

Dengan maksud agar Perum BULOG bisa semakin berkembang dan menjadi bagian penting dalam ketahanan pangan Indonesia. Saat ini, BULOG sudah memiliki berbagai produk-produk pangan dan sudah bisa didapatkan oleh masyarakat.

Sejarah Perum BULOG

Masa Penjajahan

Pada zaman penjajahan Belanda dibentuk Voedings Middelen Fond (VMF) yang  merupakan cikal bakal terbentuknya BULOG. Tugas dari VMF ini untuk membeli, menjual, serta menyediakan bahan pangan. Namun, di masa penjajahan jepang VMF dibekukan dan diganti dengan lembaga baru, yaitu Nanyo Kohatsu Kaisha (Nanko).

Masa Awal Kemerdekaan (Orde Lama)

Setelah kemerdekaan Indonesia lembaga ini sering berganti nama.  Pada tahun 1964 dibentuk Dewan Bahan Makanan (DBM) yang didasarkan pada Peraturan Presiden No.3/1964. Untuk memantu DBM, dibentuk pula Badan Pelaksana Urusan pangan (BPUP) yang bertujuan:

  • Mengurus bahan pangan
  • Mengurus logistik dan pengolahannya
  • Menyimpan serta menyalurkannya sesuai dengan ketentuan Dewan Bahan Pangan (DBM)

Masa Orde Baru

Keputusan Presidium Kabinet Ampera Nomor 87 Tahun 1966 mendasari terbentuknya Komando Logistik Nasional untuk penanganan dan pengendalian operasional bahan pokok. Tapi tahun berikutnya, tepatnya tanggal 10 Mei 1967 lembaga ini dibubarkan.

Kemudian, berdasarkan Keputusan Presidium Nomor 114/Kep/1967 dibentuk Badan Urusan Logistik (BULOG). BULOG dibentuk sebagai lembaga stabilisasi harga bahan pangan dan untuk menunjang keberhasilan Orde Baru dalam mencapai swasembada pangan.

Menjadi buffer stock holder serta mendistribusikan bahan pokok untuk golongan anggaran adala misi baru BULOG. Dari misi sebelumnya sebagai penunjang peningkatan pangan. Ini sesuai dengan Keppres Ri Nomor 11/1969 menjelang Repelita I tanggal 1 April 1969.

Tanggal 5 November 1978 berdasarkan pada Keppres Nomor 39/1978 BULOG bertugas menjadi pelaksana pengendalian harga bahan pokok demi menjaga stabilitas harga bagi produsen maupun konsumen.

Masa Reformasi

BULOG mengalami revitalisasi pada masa Reformasi sebagaimana beberapa lembaga lainnya. Keppres RI Nomor 45/1997 membatasi tugas BULOG hanya menangani beras dan gula pasir. Tugas BULOG semakin dipersempit pada Keppres RI Nomor 19 Tahun 1998 jadi hanya mengelola beras saja.

Tugas BULOG kembali dirubah sesuai Keppres Nomor 29 Tahun 2000 tanggal 26 Februari 2000 yang fungsi utamanya sebagai manajemen logistik dan diharapkan dapat lebih berhasil mengelola persediaan, distribusi, dan pengendalian harga beras beserta usaha logistik.

Ini memperlihatkan pemerintah mengarahkan BULOG untuk menjadi badan usaha. Diperkuat lagi dengan Keppres Nomor 103 tahun 2001 tugas BULOG sebagai pelaksana tugas pemerintahan dalam bidang manajemen logistik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  DPR Minta Pemerintah Segera Lunasi Utang ke BULOG Rp 1,75 T

Akhirnya, Presiden Megawati  menyetujui penetapan pendirian Perum BULOG pada tanggal 20 Januari 2003. Ini berdasarkan pada Rakortas Kabinet tanggal 13 Januari 2003.

Saat ini ada dua katagori yang merupakan cakupan bidang usaha BULOG yaitu Kegiatan Pelayanan Publik dan Kegiatan Komersial. Pelayanan publik berupa tugas menjaga stabilitas harga serta pasokan berbagai bahan pangan utama dari hulu hingga ke hilir di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan dalam Kegiatan Komersialnya menjadi tiga bagian yaitu, Perdagangan, Unit Bisnis, serta Anak perusahaan.

Produk BULOG

Dari Kegiatan Komersial yang dilakukan Perum BULOG, saat ini sudah tersedia produk-produk yang bisa masyarakat dapatkan. Guna menunjang kebutuhan pangan, BULOG mulai memasarkan produk-produknya. Tujuannya bukan hanya untuk memperoleh laba, namun sebagai penyeimbang harga bahan pokok dipasaran.

Berikut produk-produk Perum BULOG yang sudah kami himpun:

  1. Beras Kita, adalah beras premium dengan tekstur yang pulen, kadar emilosa rendah dan amiulopektin tinggi serta bebas dari pemutih, pengawet, dan pewangi. Beras ini merupakan produk dalam negeri. Tersedia dalam berbagai ukuran kemasan dan harga:
  • Kemasan 1kg: Rp18.800,00
  • Kemasan 5 Kg: Rp55.000,00 – Rp63.500,00
  • Kemasan 10 Kg: Rp120.000,00
  1. Beras Kita Sachet, adalah varian beras Kita premiun yang dikemas dalam ukuran sachet (200gr). Dapat dikonsumsi dalam 2-3 porsi. Kemasan sachet ini dijual  dengan harga Rp6.000,00.
  1. Gula Pasir Kita, merupakan gula yang dihasilkan dari tebu berkualitas pilihan dan diolah dengan teknologi modern. Gula manis yang dikemas 1kg ini dibandrol Rp12.500,00.
  1. Minyak goreng Kita, minyak goreng berkualitas dengan dilengkapi vitamin A dan vitamin E serta rendah kandungan lemak jenuh (lemak jahat). Dikemas dengan kemasan 1 lt dan dihargai Rp16.500,00.
  1. Terigu Kita, terigu dengan kandungan protein sedang yang cocok untuk membuat berbagai macam kue, gorengan, maupun aneka jajanan lainnya. Hasil gorengannya renyah, garing, serta minyaknya tidak meresap berlebihan. Ukuran kemasan 1kg dengan harga Rp9.300,00.
  1. Daging Beku Kita, adalah daging kerbau beku yang diproses dengan pembekuan suhu rendah sebagai alternatif daging yang berkualitas namun dengan harga terjangkau. Daging kerbau mengandung kalori dan yang lebih rendah, serta memiliki zat besi dan protein  yang lebih tinggi dibandingkan daging sapi. Tersedia dalam ukuran 1kg yang harganya Rp79.200,00.
  1. Beras Fortivit, ialah beras bervitamin, bermanfaat untuk meningkatkan stamina dan imunitas tubuh, melancarkan sirkulasi darah, menjaga fungsi jantung, syaraf, otak, dan kesehatan tulang. Vitamin yang terkandung dalam beras Fortivit yaitu Vitamin A, B1, B3, B6, B9, B12, Zinc dan Zat Besi (Fe). Dikemas dengan ukuran 1kg dengan harga Rp16.00,00.
  1. Beras Singkong Besita, adalah beras singkong yang diolah dari singkong petani Indonesia yang kaya serat, bebas gluten, dan rendah lemak. Kemasannya 1kg diharga Rp17.000,00
  1. Beras Nanas Madu, merupakan beras slyp medium dari produksi padi petani lokal dengan cita rasa pulen dan harga terjangkau. Dalam kemasan 5kg dibandrol Rp55.000,00.
  1. Beras Caping Emas, adalah beras khusus berkemasan 1kg dengan 3 varian berbeda, yaitu:
  • Beras merah Caping Emas Rp18.000,00
  • Beras hitam Caping Emas Rp28.000,00
  • Beras putih Mentik Susu caping Emas Rp25.000,00
  1. Lereng Ijen, merupakan nama yang diambil dari Gunung Ijen di daerah Bondowoso yang sudah terkenal dengan hasil pertanian organiknya. Beberapa produk dan harga dengan brand Lereng Ijen adalah sebagai berikut:
  • Beras Cokelat Organik 1kg Rp22.000,00
  • Beras Hitam Organik 1kg Rp35.442,00
  • Beras Merah Organik 1kg Rp24.200,00
  • Beras Putih Non-aromatik Organik 1kg Rp19.107,00
  • Beras Putih Aromatik Organik 1kg Rp21.100,00.
  1. Beras Basmati Al Hambra, adalah beras basmati dengan cita rasa gurih dan lezat sebagai perpaduan dari kayu manis, kare, asam manis tomat, rempah-rempah khas Betawi, Arab, dan India. Beras ini dikemas 350gr dengan 5 varian dan harga sebagai berikut:
  • Beras Nasi Kebuli Rp42.300,00
  • Beras Nasi Bukhori Rp45.000,00
  • Beras Nasi Mandhi Rp70.000,00
  • Beras Nasi Kabsah Rp41.960
  • Beras Nasi Biryani Rp49.000,00
Baca Juga :  Legislator Desak Pemerintah Beri Kewenangan BULOG Salurkan Beras BPNT

Tempat Pembelian Produk BULOG

Setelah mengetahui berbagai produk BULOG beserta harganya, mungkin penasaran di manakah masyarakat bisa mendapatkan atau membelinya. Di bawah ini kami tuliskan tempat-tempat penjualan produk-produk BULOG:

Melalui ipanganan.com

Dari laman resmi BULOG, BULOG.co.id, produk BULOG bisa didapatkan di ipanganan.com. Masyarakat bisa langsung mengakses situs ipanganan.com untuk bertransaksi secara online.

BULOG Official Store

BULOG Official Store yang dikelola oleh pihak BULOG sendiri bisa kita temukan di berbagai marketplace. Hal ini jadi memudahkan masyarakat, karena bisa mendapatkan produk BULOG dari marketplace yang sudah tidak asing lagi, seperti tokopedia, bukalapak, shopee, blibli, lazada, zilingo, ritel, grosir, tanihub, usahaku, bahkan grabmart.

Rumah Pangan Kita

Rumah Pangan Kita adalah outlet resmi binaan Perum BULOG. Di sini masyarakat bisa membeli produk-produk BULOG secara offline.

Kantor/Gudang BULOG Selindo

Gudang BULOG juga bisa menjadi tempat pembelian produk-produknya secara offline, jika di Rumah Pangan Kita tidak tersedia.

Harga-harga produk BULOG yang kami informasikan dalam artikel ini, sewaktu-waktu mungkin berubah. Untuk mengetahui ketersedian dan harga terbaru produk BULOG, bisa dengan cara melihat akun resmi Instagram BULOG di daerah masing-masing atau di Shopee Ipanganandotcom.