Produksi Beras Bulan Juni Diprediksi Surplus 6,4 Juta Ton

Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan apa yang disampaikan pengamat pangan dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) tak tepat soal stok beras tak cukup hingga akhir tahun 2020.

Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi dalam prediksi INDEF ada kekeliruan.

“Berita ini narsumnya kurang memahami. Dalam sejarah tidak pernah ada bulan kita tidak berproduksi. Selalu ada produksi walaupun kurang dari kebutuhan per bulan 2,2 jt ton,” katanya, kemarin (10/5).

Lebih jauh Agung menjelaskan, kendati pada bulan November 2020 hingga Februari 2021 merupakan bulan yang sulit, namun akan tetap ada produksi beras minimal sebanyak 1 juta ton.

Baca Juga :  Ekonom Sarankan Subsidi Silang Demi Cuan Holding BUMN Pangan

“Dalam kondisi tersulit kita bisa produksi sampai  1 juta ton. Kalau 4 bulan berarti butuh tambahan 4,8 juta ton. Bulan sulit bagi kita rata-rata November, Desember, Januari, Februari,” papar Agung.

Agung meyakini, adanya panen raya pada bulan Maret yang diperkirakan surplus 6,4 juta ton. Maka, pada bulan Novemver, Desember, Januari, dan Februari akan bisa dipenuhi. Perkiraan ini dihitung berdasarkan kebutuhan konsumsi bulanan, dan stok yang ada.

“Kalau stok akhir September berkisar 7 ton, maka akan aman sampai dengan Februari, bahkan untuk 5 bulan ke depannya, dan Maret biasanya sudah panen,” ucap Agung.

Baca Juga :  Badan Pangan Nasional dan Kebijakan Perberasan

Leave a Comment