Produksi Turun, BULOG Jamin Cadangan Beras Aman

petani traktor

Meski terjadi dampak penurunan produksi beras pada kemarau tahun ini, Bulog menjamin ketersediaan beras aman dan tercukupi di sepanjang 2019. Untuk itu, keran impor beras dipastikan tak akan dibuka tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengatakan, cadangan beras pemerintah (CBP) berjumlah 2,2 juta ton lebih.

Dari jumlah tersebut, sebesar 1,5 juta tonnya telah dialokasikan ke dalam program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) pemerintah meliputi program bantuan sosial (bansos), termasuk kekeringan.

“Yang 1,5 juta ton itu bukan ambang maksimal, seandainya jumlah itu dirasa kurang, pemerintah bisa mengajukan lagi ke kita,” kata Awaludin saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (17/7).

Dia menjabarkan, realisasi KPSH pada tahun lalu mampu menyalurkan hingga 500 ribu ton. Tahun ini, sejak Januari hingga Juli beras yang sudah disalurkan dalam program KPSH berkisar 250 ribu ton.

Artinya, dia menegaskan, jumlah alokasi KPSH yang ditetapkan diprediksi mampu memenuhi kebutuhan konsumsi walau kemarau melanda produksi.

Baca juga : Petani Berisiko Gagal Panen, BULOG Diminta Maksimal Serap Beras

Menurutnya, saat ini petani sudah selesai melaksanakan masa panen. Sehingga yang tersisa hanyalah panen gaduh atau panen susulan yang masih berlangsung di beberapa wilayah.

Hal itu secara otomatis, selain faktor kemarau, juga mempengaruhi penurunan penyerapan beras petani oleh Bulog.

“Kita masih menyerap, cuma penyerapannya agak menurun karena produksinya juga sudah mulai minim,” kata dia.

Di sisi lain dia menilai, penyerapan Bulog yang menurun itu juga disebabkan faktor petani yang lebih memilih menjual berasnya ke pasar bebas. Sebab, di kala produksi minim, petani dinilai dapat menjual berasnya di harga yang sedikit lebih tinggi.

Sedangkan Bulog, kata dia, hanya akan membeli beras petani jika kualitas dan harga yang diberikan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2015, di mana pembelian harga beras medium Bulog sebesar Rp 8.030 per kilogram (kg).

Dia menambahkan, Bulog menjamin ketersediaan dan penyaluran beras di saat musim kemarau tak mengesampingkan kualitas.

Selain menerapkan standar sistem penyimpanan, kata Awaludin, Bulog juga melakukan sistem sortasi sebelum melakukan penyaluran.

Baca juga : Kemarau Bakal Lama, Peneliti Khawatirkan Serapan Beras BULOG

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*