beras bulog jakarta
ILUSTRASI. Pekerja menimbang karung beras di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Puluhan Ribu Ton Beras BULOG NTB Dikirim ke Tiga Provinsi

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah defisit produksi beras, Perum BULOG melakukan pemerataan stok nasional salah satunya dengan mengirimkan beras BULOG NTB ke tiga provinsi sebanyak 25.200 Ton beras.

Kepala Perum BULOG Kanwil NTB Abdul Muis S Ali mengatakan bahwa BULOG NTB telah mengirim beras sebanyak 3.000 ton ke Sumatera Utara, Bali 4.000 ton dan ke Provinsi NTT 18.200 ton.

Menurut Abdul Muis pemerataan stok nasional akan terus dilanjutkan untuk terus menjaga persediaan beras di gudang-gudang yang tersebar di Sumbawa dan Lombok.

Pengiriman beras ke NTT, Medan dan Bali tersebut salah satunya untuk memenuhi program Bantuan Beras PPKM yang ditugaskan oleh Kementerian Sosial.

Baca Juga :  BULOG Siapkan Penggilingan Modern Untuk Jaga Stabilitas Harga Gabah di NTB

Kegiatan pemerataan persediaan beras nasional ini diyakini tidak akan mempengaruhi kebutuhan beras di NTB. Karena persediaan setara beras yang tersebar di gudang BULOG NTB yang ada di Lombok Utara, Kota Mataran dan Lombok Timur cukup untuk kebutuhan hingga 49 bulan.

Diketahui bahwa di Kantor Cabang BULOG Sumbawa, tersimpan stok setara beras sebanyak 29.187 ton, gudang unit kerja Kantor Cabang BULOG Lombok Timur tersimpan sebanyak 13.270 ton beras, dan di BULOG Bima sebanyak 8.345 ton setara beras.

“Jumlah stok beras yang tersimpan di gudang Bulog yang ada di Lombok dan Sumbawa cukup untuk kebutuhan hingga 49 bulan ke depan. Kami juga terus melakukan pengadaan gabah dan beras,” ujarnya.

Baca Juga :  BULOG Cabang Atambua: HET Beras Jenis Premium BULOG Rp 13.000

Diharapkan pemerataan stok nasional menjadi ruang gerak bagi BULOG NTB untuk mengeluarkan beras petani NTB yang dikenal berkualitas bagus.

“Kami ditugaskan pemerintah untuk menyerap gabah dan beras petani, di satu sisi kami juga harus menjual kembali agar gabah atau beras yang menumpuk di gudang tidak mengalami kerusakan,” kata dia.

Sumber : Republika