Realisasi Penyaluran Beras BULOG di BPNT Baru 15 Ribu Ton

bulog bpnt

Dari 700 ribu ton target penyaluran beras medium Bulog di program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), realisasi penyaluran hingga 20 Agustus 2019 baru mencapai sekitar 15 ribu ton.

Padahal, penyaluran 700 ribu ton ditarget dapat tersalurkan hingga Desember tahun ini.

Sekertaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menyampaikan, realisasi penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) BPNT baru 15 ribu ton.

Minimnya realisasi penyaluran tersebut disebabkan imbas dari skema BPNT sebelumnya yang menggunakan pola pasar bebas.

“Realisasi (penyaluran di BPNT) kita jujur saja masih kecil, baru 15 ribu ton. Karena kan ini baru, dan kemarin itu masih pakai skema free market,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (20/8).

Melalui program BPNT, beras medium Bulog dilepas di pasaran dengan harga Rp 8.100 per kilogram (kg) dan akan beredar di pasaran secara umum menjadi Rp 8.600 per kg.

Artinya, dengan harga sebesar Rp 86 ribu masyarakat dapat membeli sebanyak 10 kg beras medium.

Jumlah tersebut juga lebih banyak jika dibandingkan dengan beras premium yang dapat dibeli. Di program BPNT sebelumnya, beras premium sebanyak 5 kg dihargai sebesar 86 ribu.

Seperti diketahui, per Juni 2019 stok CBP Bulog berjumlah 2,2 juta ton yang mana sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan sisa beras tahun lalu.

Sedangkan, Bulog mendapatkan porsi penyaluran di BPNT sebesar 700 ribu ton berupa beras medium dan premium.

Menurut Awaludin, pihaknya optimistis hingga Desember akhir tahun ini realisasi penyaluran beras medium dan premium Bulog di BPNT dapat terpenuhi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*