Regulasi Turut Pengaruhi Tingginya Harga Beras

harga beras bulog

Pengamat pertanian sekaligus penasehat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Prof. Husein Sawit mengatakan harga beras yang masih tinggi saat ini terjadi karena regulasi yang terlalu represif dan tidak sesuai mekanisme pasar.

Husein menjelaskan, distribusi beras idealnya pasti mengalir dari satu daerah ke daerah lain kalau harga beras sedang tinggi.

Dengan adanya integrasi pasar, beras pasti akan bergerak.

“Sekarang perdagangan antar waktu antar pulau ini agak seret. Salah satunya karena kebijakan pemerintah yang membuat pengusaha penggilingan padi takut memegang stok.

Sehingga stok itu sekarang kecil sekali, padahal biasanya mereka gunakan stok itu untuk meredam kenaikan harga,” jelas Husein usai diskusi di House of Rice, Jumat (14/12/2018).

Saat ini, hanya Badan Urusan Logistik (Bulog) yang diperbolehkan meredam kenaikan harga.

Padahal, stok Bulog hanya sekitar 2 juta ton. Realisasi operasi pasar hanya 3 ribu ton dari target 15 ribu ton per hari.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*