Rencana Besar Erick Thohir Gabungkan BULOG, RNI, dan PTPN

erik tohir

Sementara, Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto menilai konsep ini bagus di atas kertas.

“Ya ini perubahan approach klaster BUMN saja, sekarang beralih ke pendekatan value chain. Jadi BUMN digabungkan berdasarkan flow rantai nilai, dari hulu ke hilir. PTPN dan sebagian RNI ada di hulu, geser ke Bulog di hilir. Di atas kertas konsep bagus saja,” katanya.

Namun begitu sejumlah pekerjaan rumah mesti diselesaikan, khususnya di bagian hulu. Lantaran, ada kebutuhan modernisasi.

“Problem besar adalah kebutuhan modernisasi di sektor hulunya. Misal pabrik-pabrik gula BUMN sudah sangat tua dan tidak efisien. Perlu investasi besar perbaiki sektor off farm ini,” ujarnya.

“Sementara di level produktivitas lahan (on farm) perlu ditingkatkan, terutama kerja sama BUMN dengan petani lokal (program inti plasma), di mana standarisasi kualitas produk dan produktivitas perlu dijaga,” ujarnya.

Dia melanjutkan, jika masalah itu bisa diselesaikan maka akan membuat biaya menjadi lebih efisien. Kemudian, akan meningkatkan produktivitas.

“Ya integrasi hulu hilir bisa meningkatkan value, berupa cost structure yang bisa lebih efisien dan prospek ketersediaan (availibility) yang lebih tinggi,” ujarnya.

Apa respons BUMN?

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh belum bisa bicara banyak terkait hal itu. Ia meminta agar lebih baik menghubungi Kementerian BUMN.

“Kalau masalah klaster pangan baiknya hubungi kementrian saja ya saya belum tahu rencana itu,” katanya kepada detikcom lewat pesan singkat, Jumat (22/5/2020).

Senada, hal itu juga diungkapkan oleh Direktur Utama PT RNI (Persero) Eko Taufik Wibowo. “Saya belum bisa kasih jawaban, masih di ranah Pak Menteri,” ujarnya.

Lalu, Corporate Secretary Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III Irwan Peranginangin menuturkan, pihaknya sedang menunggu arahan dari Kementerian BUMN.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan sedang menunggu arahan dari Kementerian BUMN terkait hal ini,” jelasnya.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5025586/rencana-besar-erick-thohir-gabungkan-bulog-rni-dan-ptpn/3

1 Comment

  1. Semangat menuju Indonesian in corporate, dimulai dengan cluster cluster BUMN. Semoga cluster BUMN pangan bisa cepat bergerak menjadi holding pangan yang kuat dan efektif

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*