Stabilisasi Harga Beras, Bulog Diminta Operasi Pasar hingga 1 Juta Ton

beras

Pelaku usaha meminta Perum Bulog untuk menggelar operasi pasar dengan volume  penggelontoran beras hingga 1 juta ton untuk periode Januari sampai Maret 2019.

Mereka berharap, operasi pasar dalam jumlah besar  dapat menekan harga beras di tingkat produsen dan konsumen sebelum masa panen raya.

Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Soetarto Alimoeso menyatakan operasi pasar bakal membuat harga stabil.

“Tidak masalah untuk Bulog karena mereka punya stok,” kata Soetarto di Jakarta, Senin (7/1).

Menurutnya, Januari dan Februari merupakan masa tunggu panen raya padi yang baru memasuki masa tanam pada November dan Desember 2018. Sementara panen raya biasanya baru akan terjadi pada Maret dan April 2019.

(Baca: Target Serapan Beras Turun, Bulog Sebut Stok di Gudang Masih Cukup)

Dengan operasi pasar yang sudah dilakukan pada masa tunggu panen, Bulog tidak perlu lagi menggelar operasi pasar karena produksi petani berlebih.

“Nanti, kelebihan itu yang harus dibeli oleh pemerintah lewat Bulog,” ujar Soetarto yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bulog.

Alaasan lain yang mengharuskan Bulog melakukan operasi pasar dala, jumlah besar juga dituturkan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi.

Dia  menjelaskan pasokan pada bulan Januari dan Februari diperkirakan akan terbatas karena cuaca hujan tinggi. Sehingga, pemerintah perlu menggelar operasi pasar dalam volume yang besar.

Tak hanya itu, Bulog juga dinilai harus segera melakukan operasi pasar dengan mengeluarkan pasokan beras di gudang agar kapasitas yang ada bisa menampung hasil panen petani.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*