Stok Lama BULOG Berisiko Turun Mutu, Ini Saran untuk Pemerintah

Besarnya volume stok beras sisa impor 2018 yang dikelola Perum Bulog menjadi sinyal peringatan bagi pemerintah untuk menyiapkan kebijakan stok pangan yang lebih tepat.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengemukakan, beras impor berusia lebih dari tiga tahun dengan risiko turun mutu dan rusak menjadi pelajaran bahwa daya simpan komoditas tersebut terbatas.

Untuk itu, penugasan berupa penyerapan domestik maupun impor dalam jumlah besar harus diikuti dengan kanal penyaluran yang pasti.

“Penugasan penyerapan, baik domestik maupun impor, dalam jumlah besar tanpa ada outlet penyaluran memiliki potensi stok menumpuk dan tidak tersalur. Jika stok itu terus tidak bisa keluar gudang, seiring berjalannya waktu kondisi yang dihadapi Bulog akan muncul,” kata Khudori, Senin (30/8/2021).

Baca Juga :  Badan Pangan Nasional dan Kebijakan Perberasan

Stok sisa impor 2018 yang belum disalurkan tercatat berjumlah 186.952 ton per Agustus. Lebih rendah dibandingkan dengan stok per Maret yang berkisar 250.000 ton.

Khudori mengatakan, volume tersebut bukanlah jumlah yang sedikit, mengingat nasib beras turun mutu kerap tak menemukan jalan keluar.

“Beras disposal 20.000 ton pada 2019 lalu saja sampai sekarang belum ada ujung akhirnya. Itu hanya 20.000 ton, sedangkan masih ada ratusan ribu lagi,” tambahnya.

Leave a Comment