Stok Pangan, Pemerintah Diminta Waspada di Awal 2021

Alih-alih mengkhawatirkan stok beras Bulog hingga akhir tahun ini, pemerintah justru diminat mengantisipasi pasokan bahan pokok pada awal 2021.

Pasalnya, stok beras Bulog yang saat ini jauh lebih rendah dibandingkan volumenya setahun lalu diperkirakan tidak akan terlalu memengaruhi stabilitas harga pada akhir tahun.

Dewan Pembina Perhimpunan Ekonom Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi mengatakan stok beras di angka 1,1 juta ton cukup aman mengingat kondisi iklim bakal cukup mendukung produksi. La Nina ringan yang dihadapi Indonesia dia sebut bakal membuat produksi tetap terjaga.

Baca Juga :  Badan Pangan Nasional dan Kebijakan Perberasan

“Saya kira jumlah stok tersebut cukup aman. Mulai Januari-Februari 2021 tampaknya sudah akan mulai ada panen dan akan terus meningkat produksi hingga April Mei,” kata Bayu, Senin (30/11/2020).

Namun, Bayu memberi catatan tersendiri untuk kesiapan pasokan beras dan bahan pokok lainnya untuk Ramadan dan Idulfitri yang akan jatuh pada April dan Mei. Selain itu, risiko bencana alam lokal juga perlu menjadi perhatian demi menghindari gangguan distribusi.

“Risiko lain kemungkinan bersifat lokal, yaitu terjadi banjir atau gangguan logistik karena curah hujan yang agak besar di beberapa daerah dan gangguan produksi karena distribusi pupuk,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ekonom Sarankan Subsidi Silang Demi Cuan Holding BUMN Pangan

Leave a Comment