Strategi BULOG Hadapi Kemungkinan Terburuk Penanganan Covid-19

BERAS BULOG

Dirut Perum Bulog (Persero) Budi Waseso memastikan pihaknya telah menyiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan terburuk dalam percepatan penanganan virus korona covid-19. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan stok pangan bila akses menuju daerah terkunci.

“Upaya pemenuhan stok yang dilakukan Perum Bulog untuk skenario jika terjadi lockdown adalah dengan memprioritaskan pengadaan dalam negeri,” ujar Buwas dalam RDP virtual bersama Komisi IV DPR RI, Kamis, 9 April 2020.

Buwas mengusulkan perusahaan pelat merah yang ia pimpin diperkuat sebagai operator dalam menjalankan mekanisme sentralisasi pangan.

Selain prioritas penyerapan dalam negeri, pemerataan stok antarwilayah dapat dilakukan oleh perseroan sesuai kebutuhan konsumsi masing-masing wilayah.

“Lockdown kemungkinan akan menyebabkan pembatasan penyerapan distribusi yang terhambat untuk pasokan keluar wilayah sentral produksi,” ucapnya.

Baca juga : Panen Raya, BULOG Targetkan Serap Gabah 577 Ribu Ton

Buwas menargetkan penyerapan beras sebesar 950 ribu ton sebagai cadangan beras pemerintah (CBP) dengan penyerapan terbesar dilakukan pada April, Mei, dan Juni.

Bulog juga akan menyerap 61 persen produksi petani lokal dari total pengadaan beras 2020 demi menjaga stok dan harga beras di masyarakat.

1 Comment

  1. Segera di lakukan oleh pak dirut agar sub divre di wilayah prop dan kabuaten mengadakan sodialisasi dg petani yg lagi panen raya utamanya di banten pandeglang demikian di dampaikan🙏🙏🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*