Tanpa Pedagang, Beras BULOG Sulit Dipasarkan

beras pasaran

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) membuka pintu bagi Perum Bulog untuk bisa memasarkan berasnya di pasar tradisional.

Sebab, pergerakan harga beras hingga bulan Ramadhan dan Lebaran mendatang belum dapat dipastikan sehingga potensi lonjakan harga masih terbuka.

Ketua Umum Ikappi, Abdullah Mansuri menuturkan, pasar siap membuka diri terhadap beras Bulog asalkan beras dititip-jualkan melalui pedagang. Selama ini, Mansuri mengatakan, operasi pasar beras oleh Bulog digelar dengan cara menjual langsung ke konsumen di tengah kegiatan pasar.

“Bulog agak sulit masuk ke pasar, jadi seharusnya bekerja sama dengan pedagang saja. Agak sulit kalau menjual sendiri karena konsumen sudah punya langganan sendiri di pedagang masing-masing,” kata Mansuri.

Baca juga : Buwas Buka-bukaan Stok Beras BULOG Mayoritas Produk Impor

Di sisi lain, Mansuri juga meminta agar Bulog menyuplai beras dengan kualitas baik yang diinginkan oleh konsumen. Ia mengakui anggapan soal ren­dahnya kualitas beras Bulog masih melekat di tengah masyarakat kendati Bulog telah banyak melakukan perbaikan.

Dari sisi kemasan, Ikappi pun meminta Bulog sebaiknya memasarkan beras dalam kemasan karung. Bukan kemasan 5 kilogram atau 1 kilogram itu merupakan kemasan beras untuk segmen toko ritel modern yang dibeli kalangan menengah ke atas.

“Bulog harus dengan baik menyiapkan beras untuk segmen pasar tradisional karena polanya berbeda dengan toko ritel,” ujarnya.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso sebelumnya menyatakan, pihaknya akan menggelentorkan 500 ribu ton beras jelang bulan Puasa hingga Hari Raya Idul Fitri 2020.

Jumlah itu dinilai cukup untuk meredam potensi gejolak harga beras disaat adanya kenaikan permintaan masyarakat.

“Untuk kebutuhan puasa dan lebaran dan dengan belum adanya panen saat ini, prediksi kita akan mengeluarkan sekitar 500 ribu ton dari stok yang ada 1,7 juta ton,” kata Budi.

Baca juga : Jokowi Minta Rastra Dibuka Lagi, Buwas: Belum Terealisasi

Buwas, sapaan akrabnya, menuturkan beberapa kabupaten di luar Jawa mulai membutuhkan suplai beras dalam jumlah besar. Terutama di wilayah Indonesia Timur. Bulog, menurut Buwas sangat mampu untuk memenuhi permintaan beras di daerah.

Namun secara umum, ia menilai permintaan beras di pasar hingga saat ini masih stabil. Rata-rata volume beras harian yang digelontorkan sekitar 5.000 ton per hari untuk seluruh Indonesia. Pihaknya memperkirakan volume harian akan terus mengalami peningkatan. rep/mb06

Sumber : https://matabanua.co.id/2020/02/29/tanpa-pedagang-beras-bulog-sulit-dipasarkan/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*