Target Pengadaan Beras Dalam Negeri BULOG Sulit Tercapai Tahun Ini

berita bulog terkini

Target pengadaan beras dari dalam negeri Perum Bulog sebesar 1,8 juta ton nampaknya sulit terwujud pada akhir tahun 2019.

Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa mengatakan target tersebut sangat sulit untuk terwujud lantaran musim panen kedua atau panen gadu di sejumlah wilayah sentra produksi mulai terhenti.

“Sulit tercapai, puncak panen sudah lewat dan mulai masuk musim paceklik,” katanya kepada Bisnis Selasa (27/8).

Menurutnya, produksi beras nasional pada 2019 kemungkinan tak lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu akibat adanya gangguan produksi yang berpotensi muncul akibat musim kemarau berkepanjangan.

“Produksi pada musim panen kedua kemungkinan akan mengalami penurunan sebesar 20 persen dibandingkan musim panen sebelumnya akibat penurunan luas lahan sekitar 500.000 Ha akibat puso” ujarnya.

Selain itu, kenaikan harga gabah yang terjadi semakin membuat Bulog sulit menyerap produksi dalam negeri.  Saat ini menurut Andreas harga gabah di sejumlah wilayah sentra produksi mencapai Rp6.000/kg.

Harga tersebut terpaut jauh dengan harga pembelian pemerintah (HPP) dengan fleksibilitas 10 persen, yakni Rp 4.030/kg dalam bentuk gabah atau Rp8.030 dalam bentuk beras sesuai Inpres No. 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras oleh Pemerintah.

Senada dengan Andreas, pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia Khudori menyebut pengadaan beras dalam negeri oleh Bulog pada tahun 2019 sulit untuk mencapai target 1,8 juta ton apabila melihat kondisi saat ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*