Kantor Perum BULOG

Terbatasnya Peran BULOG dalam Menjaga Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan

Dalam konstitusi, Perum BULOG ditugaskan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, dari 11 jenis pangan yang harus dijaga stabilitasnya, Perum BULOG belum memiliki cadangan untuk sebagian komoditas tersebut.

Berdasarkan data pada 11 November 2021, Perum BULOG tercatat mengelola 1,26 juta ton beras, 7.442 ton gula pasir, 189,94 ton tepung terigu, dan 273,82 ton minyak goreng. Sementara untuk komoditas jagung pipil kering, perusahaan belum melakukan pengadaannya.

Mokhamad Suyamto selaku Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum BULOG menyampaikan bahwa terdapat dua pertimbangan dalam menentukan pengadaan stok pangan, yaitu ketersediaan komoditas pada masa panen dan juga karakteristik dari komoditas tersebut, apakah dapat disimpan dalam jangka waktu lama atau tidak.

Baca Juga :  Penyerapan Bulog Saat Panen Raya Terancam Tak Optimal

Oleh karena itu beliau mengatakan bahwa untuk komoditas seperti beras dan jagung akan dilakukan penyerapan pada masa panen dan disimpan di gudang karena kedua komoditas tersebut dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Sementara itu untuk komoditas yang tidak tahan masa penyimpanan yang lama seperti bawang merah dan cabai, perusahaan tengah berupaya untuk menjajal potensi pemanfaatan rantai dingin. Dalam hal ini yakni menyiapkan penyimpanan dalam ruang berpendingin sehingga komoditas tersebut dapat disimpan dalam jangka waktu relatif dalam dan tidak mengalami kerusakan sehingga bisa dijual pada saat panen.

Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat komoditas yang tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama, seperti telur ayam. Suyamto mengatakan bahwa pihaknya telah mendiskusikan upaya pada saat produksi telur ayam melimpah, komoditas tersebut diolah menjadi telur sehingga dapat diserap olah dan disimpan.

Baca Juga :  BULOG Pastikan Hanya Impor Beras Jika Ada Penugasan

Terbatasnya peran Perum BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas dipengaruhi oleh kesiapan anggaran. Hal ini disampaikan oleh Pengamat Pertanian dan Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori. Ia juga menyebutkan bahwa untuk menjaga stabilitas komoditas beras saja dibutuhkan anggaran hingga puluhan triliun, apalagi jika lebih dari satu komoditas.

Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa pemerintah mesti segera menentukan sikap dan tidak boleh membiarkan ketidakstabilan pasokan dan harga komoditas terus berulang sepanjang tahun.[]

https://ekonomi.bisnis.com/read/20211124/12/1470125/stabilisasi-pasokan-dan-harga-pangan-belum-merata