Tugas Berat BULOG Amankan Stok Beras Semester II/2019

gabah petani bulog

Hingga akhir tahun ini, Perum Bulog (Persero) ditugaskan dapat mengamankan stok cadangan beras pemerintah (CBP) setidaknya di level 1 juta—1,5 juta.

Namun, sanggupkan Badan Urusan Logistik mengemban mandate tersebut?

Untuk dapat mencapai target tersebut, Bulog harus kerja ekstra keras guna memaksimalkan serapan beras dari produksi lokal pada semester II/2019.

Pengamat pangan dari Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Husein Sawit dari mengatakan, Bulog saat ini memiliki jalur penyaluran berasnya yang terbuka lebar, pascapemerintah memperbolehkan perusahaan pelat merah tersebut menyalurkan 100% beras untuk program bantuan pangan nontunai (BPNT).

Dalam hal ini Bulog diberikan jatah menyalurkan 750.000 ton berasnya untuk program BPNT.

Di sisi lain, Bulog juga diberikan kewenangan untuk melakukan operasi pasar dengan jumlah yang besar, yakni 1,48 juta ton pada tahun ini.

Baca juga : Pastikan Beras BULOG Terbeli dalam Bantuan Pangan Non Tunai

Alhasil, Bulog tak perlu lagi khawatir stok CBP yang mencapai 2,4 juta ton pada tahun ini sulit tersalurkan.

“Namun, yang harus menjadi catatan adalah, bisa tidak Bulog nanti melakukan penyerapan maksimal di tengah kondisi alam semester II/2019 yang diperkirakan mengalami kemarau kering. Bisa jadi panen petani terganggu, sehingga harga gabah naik tajam,” jelasnya kepada Bisnis.com, Selasa (9/7/2019).

Naiknya harga gabah tersebut, lanjutnya, akan membuat keleluasaan penyerapan yang dilakukan oleh Bulog terganggu.

Terlebih, harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) masih belum kunjung direvisi oleh pemerintah.

Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No.5/2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah pemerintah menetapkan HPP GKP Rp3.700/kilogram (kg) di tingkat petani dan Rp4.600/kg di tingkat penggilingan.

Sementara itu, pada masa puncak panen raya tahun ini pada  April dan Mei 2019, harga GKP di tingkat petani masing-masing periode sudah menembus Rp4.357/kg dan Rp4.356/kg.

“Pada akhir tahun Bulog harus menjaga stok CBP di level aman yakni 1 juta ton -1,5 juta ton. Bisa tidak Bulog mencapai target itu jika potensi penyaluran beras dari BPNT mencapai 750.000 ton dan operasi pasar 1,48 juta ton dengan stok saat ini mencapai 2,4 juta ton?” tegasnya.

Untuk itu, dia meminta agar pemerintah turut meringankan beban Bulog dan membantu petani pada musim kemarau nanti dengan merevisi ketentuan mengenai HPP.

Baca juga : Masuk Musim Kemarau, Bulog Klaim Stok Beras Cukup Sampai Akhir Tahun

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*