Tugas Pengadaan Cadangan Beras Bisa Jadi Ancaman Buat BULOG

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyebut, tugas pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) bisa menjadi ancaman bagi keberlangsungan Bulog. Sebab, penugasan yang diberikan pemerintah tak seimbang.

“CBP bisa jadi ancaman buat Bulog. Di satu sisi kita ingin serap produksi gabah dalam negeri, tapi di sisi lain, tidak ada jaminan beras ini akan digunakan oleh pemerintah,” kata Budi saat mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR, Kamis (25/6) kemarin.

Bulog diharuskan menjaga ketersediaan stok beras di kisaran 1-1,5 juta ton oleh pemerintah. Sumber dana untuk pengadaan beras itu menggunakan pinjaman perbankan dengan bunga kredit komersial yang ditanggung sendiri oleh Bulog.

Namun, pemrintah pun tak memberikan jaminan akan digunakan untuk apa beras tersebut setelah program Beras Sejahtera untuk keluarga penerima manfaat dihapus. Bulog akan mendapatkan penggantian dari pemerintah jika beras itu digunakan.

Penggantiannya pun, hanya berupa selisih antara patokan harga pembelian beras (HPB) oleh pemerintah dengan harga jual beras oleh Bulog yang lebih rendah dari harga jualnya.

“Ancaman kerugian sudah pasti bagi Bulog. Begitu beras digunakan dan disalurkan, baru kita tagih ke negara, dan itu ada sudah dua tahun belum di bayar. Nilainya lebih dari Rp 2 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, bunga dari kredit yang digunakan Bulog untuk melakukan pengadaan beras ditanggung oleh Bulog sendiri. Semakin lama beras tak digunakan, maka semakin besar kerugian Bulog dan memiliki utang yang menumpuk kepada perbankan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*